Cuplikan Sejarah Singkat Kehidupan Rasulullah (part 3)

Dari Awal Mula di Madinah Sampai dengan Perang Uhud

Tahun 1 Hijriyah

Pembangunan Masjid Nabawi, Persaudaraan Sesama Muslim, dan Piagam Madinah

Hijrahya Rasulullah menjadi tanda bagi berdirinya Dar al-Islam pertama di muka bumi. Di samping itu, hijrah juga menjadi maklumat bagi umat manusia bahwa Daulah Islamiyah telah berdiri di bawah kepemimpinan langsung baginda Rasulullah SAW.

Pertama-tama yang dilakukan oleh Nabi adalah meletakkan dasar-dasar paling utama bagi negara baru tersebut. Dasar-dasar itu adalah :

Pertama, pembangunan masjid Nabawi, pembangunan diadakan sebagai poros spiritual Islam yang mengejewantah dalam posisi masjid. Masjid Nabawi dipergunakan tidak hanya sebagi tempat shalat tetapi untuk segala hal yang berkaitan dengan masalah umat Islam ketika itu.

Kedua, persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Demi terciptanya ukhwah Islamiah yang solid pertama-tama harus ditumbuhkan perasaan kasing sayang dan ketulusan sebagai satu kesatuan keluarga Islam.

Ketiga, piagam Madinah dibuat sebagai undang-undang yang mengatur kehidupan Muslim dan Non-Muslm di Madinah, khususnya dengan kelompok Yahudi. Piagam inilah yang dijadikan Rasulullah SAW sebagai pedoman etik dan moral bagi umat Islam di tengah masyarakat mereka yang baru.

Tahun 2 Hijriyah (Ramadhan)

Perang Badar al-Qubra

Pertempuran ini sebenarnya tidaklah diniatkan untuk berperang melainkan untuk merebut kafilah dagang Quraisy. Raulullah SAW mengirmkan sejumlah pasukan untuk merampas barang perniagaan yang dibawa kafilah itu sebagai ganti dari harta benda umat muslim yang mereka tinggalkan di Makkah. Namun, rencana itu diketahui oleh Abu Sufyan yang berada di tengah kafilah tersebut, lalu ia mengirim Dharddam bin Amr ke Makkah untuk menyampaikan berita tersebut dan meminta bantuan pasukan untuk menjaga barang perniagaan mereka yang masih dalam perjalanan.

Setelah terkumpul sekitar seribu pasukan, sebetulnya Abu Sufyan meminta agar seluruh pasukan mundur dan ditarik ke Makkah, namun ide itu ditolak mentah-mentah oleh Abu Jahal karena ia berniat untuk menyerang pasukan Muslim.

Singkatnya, pertempuran tidak terelakan lagi. Atas usulan Habab ra, pasukan Muslim ditempatkan di dekat sumur air yang bernama Badr agar pasukan memilki banyak persediaan air. Ketika itu, pasukan muslim sebanyak 314 orang melawan seribu arang pasukan Quraisy.

Tanggal 17 ramadhan, akhirnya pertempuran dimulai. Dengan usaha tak kenal menyerah dan dari pasukan Muslim, berkat doa Nabi, dan pertolongan Allah akhirnya kemenangan ada di tangan kaum Muslim. Dalam perang ini sebanyak tujuh puluh pembesar Quraisy tewas dan tujuh puluh lainnya berhasil ditawan. Jumlah pasukan Muslim yang syahid berjumlah empat belas orang. Dengan kemenangan ini, rasa percaya diri umat Muslim semakin meningkat. Sedangkan pasukan kafir sangat terpukul dengan kekalahannya, mereka mulai memperhitungkan kekuatan Nabi Muhammad SW dan para pengikutnya dan bersiap membalas dendam di pertempuran berikutnya.

Kisaran Tahun 2-3 Hijriyah

Pengkhianatan Bani Qainuqa

Melihat kemenangan Muslim di Badar, kaum Yahudi mulai was-was dan menampakkan ketidaksukannya dengan pihak Muslim. inilah kali pertamanya pengkhianatan kaum yahudi dimulai dengan sebab, seorang Yahudi yang bekerja sebagai pandai besi mengganggu perempuan Muslimah, dengan caranya yang licik ia membuat Mulimah tersebut malu bukan main karena auratnya terlihat. Melihat kejadian itu seorang Muslim datang dan langsung membunuh pandai besi tersebut. Namun, orang-orang yahudi lainnya mengkroyok pemuda muslim tadi sampai ia tewas.

Mendengar perihal tersebut, Nabi langsung mengumumkan pengusiran bagi Yahudi bani Qainuqa tersebut karena telah melanggar perjanjian yang telah disepakati. Umat islam mengepung Bani Qianuqa dan akhirnya Bani Qainuqa dapat ditaklukan. Sekitar sebanyak tujuh ratus orang dikeluarkan dari Madinah. Setelah diusir mereka menuju Syam sebagai tempat tinggal barunya.

Tahun 3 Hijriyah (7 Syawwal)

Perang Uhud

Perang ini dipicu karena beberapa tokoh Quraisy ingin membalaskan dendam para sahabat dan keluarganya yang terbunuh dalam peperangan Badar. Seluruh kekuatan Quraisy digalang bahkan ditambah dengan dengan pihak non-Quraisy yang disebut al-Habasyi. Seluruh kekuatan musuh ketika itu mencapai tiga ribu pasukan.

Mendengar rencana pihak musuh, Nabi Muhammad SAW segera menghimpun kekuatan umat Muslim. Sebanyak seribu orang berhasil dikerahkan untuk bertempur. Namun, gembong munafik, Abdullah bin Ubay bin Salul bersama para munafik lainnya melakukan pembelotan sehingga sekitar sepertiga pasukan Muslim berkurang karena pengkhianatan tersebut.

Setelah peperangan meletus, pada awalnya pasukan Muslim berada di atas angin. Namun, karena pasukan pemanah tidak melaksanakan titah Rasulullah untuk tidak meninggalkan posnya, mereka mereka tergiur akan harta rampasan perang yng ditinggalkan pihak lawan akhirnya mereka turun-hanya beberapa yang tetap di posnya- untuk mengambil harta tersebut. Melihat kesempatan itu, pasukan musyrik yang dipimpin oleh Khalid bin Walin-ketika itu ia masih kafir- mengambil alih pos pasukan pemanah Muslim dan menyerang melalui atas. Ketika itu maka pasukan Muslim terdesak di tengah peperangan sampai-sampai Nabi pun terluka sampai mengucurkan darah.

Dalam perang ini juga Nabi begitu terpukul karena melihat banyak sahabatnya yang gugur, sebagian adalah sahabat besar Nabi seperti, Hamzah bin Abdul Muthallib, Muhab bin Umair, al-Yaman, Anad bin Nadhr, dan sejumlah sahabat lainnya. Hal yang paling menyakitkan adalah gugurnya Hamzah di tangan Wahsyi. Terlebih mayat pamannya itu diperlakukan begitu keji oleh Hindun, istri dari Abu Sufyan.

Pasukan Muslim dapat dibilang mendapatkan kekalahan dalam perang ini. Peperangan sebetulnya ingin dilanjutkan oleh Nabi dan pasukan Muslim yang tersisa namun tidak terjadi karena pihak musuh yang melihat kegigihan umat Muslim dilanda perasaan takut dan akhirnya kafir Quraisy kembali ke Makkah.  

Cuplikan Sejarah Singkat Kehidupan Rasulullah (part 2)

Dari Awal Kenabian hingga Hijrah ke Madinah

Awal Kenabian

Turunnya Wahyu (surat al-Alaq 1-5)

Kedatangan malaikat Jibril dengan membawa wahyu, Nabi Muhammad begitu takut sampai minta diselimuti oleh khadijah. Setelah berhasil menenangi suaminya, Khadijah membawa Nabi kepada Waraqah bin Naufal (seorang yang beragama hanif) dan Waraqa menyatakan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah pengangkatan Muhammad sebagai Nabi akhir zaman. tak lama kemudian Waraqah wafat. Setelah turunnya wahyu pertama, wahyu sempat vakum selama 6  bulan.

1-3 tahun Kenabian

Dakwah Secara Sembunyi-sembunyi

Rasul dakwah secara terselubung agar kaum Quraisy yang sangat fanatik akan praktik paganismenya tidak kaget menerima Islam. Dalam dakwahnya, Nabi hanya menawari Islam dengan orang-orang terdekatnya. Yang petama kali masuk Islam ialah, Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Abu Bakar, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurahman ibn auf, dan Saad  bin Abi Waqash. Akhirrnya pada fase ini Nabi memiliki pengikut sebanyak 40 orang laki-laki dan seorang perempuan.

4-7 tahun Kenabian

Dakwah Secara Terang-Terangan

Setelah mendapatkan wahyu yang memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terbuka, ia mulai berdakwah kepada khalayak ramai. Melihat dakwah Nabi yang ingin menghapus paganisme, agama nenek moyang yang mereka anut dari dulu, mulai saat ini kafir Quraisy mulai membenci Nabi. Kebencian mereka dilampiasi dengan banyaknya serangan berupa cercaan maupun fisik kepada Nabi Muhammad.

Setelah melihat kegigihan Nabi Muhammad, politik negosiasi dari pihak kafir Quraisy mulai dilaksanakan. Melalui Utbah ibn Muith sebagai delegasi kepada Nabi, mereka menawarkan  harta, wanita, kekuasaan, tabib kepada Nabi, namun itu semua ditolak langsung olem Rasulullah. Kalimat yang terkenal yang Nabi ucapkan kala itu, “Walaupun matahari berada di tangan kananku dan bulan berada di tangan kiriku….”

7-10 tahun Kenabian

Embargo Ekonomi kepada Nabi dan Pengikutnya

Tidak hanya orang Islam namun orang musyrik dari kalangan Bani muthalib dan bani Hasyim-kecuali Abu Lahab)-juga ikut diboikot karena melindungi Nabi dari serangan kaum Quraisy lainnya. Saat di embargo, dipisahkan dari segala akses perdangan dan ekonomi, kehidupan sangat sulit dan perih, bahkan Rasul dan pengikutnya sempat memakan dedaunan demi mengenyangkan perut.

Setelah tiga tahun berlalu Allah mengirimkan rayap untuk memakan gulungan perjanjian tersebut. Tidak semua orang Quraisy setuju dengan tidakan semena-mena ini, setelah lima pembesa Quraisy menarik diri dari embargo tersebut karena dirasakan perlakuan ini sudah melewati batas, akhirnya Rasul dan yang lainnya pun dibebaskan.

10 tahun Kenabian

Hijrah Pertama ke Ethiopia

Melihat keganasan kafir Quraisy yang semakin menjdi-jadi, Nabi Muhammad memerintahkan pengikutnya untuk berhijrah ke Ethiopia (Abbisinia). Sebanyak 80 sahabat hijrah ke ethiopia demi menyelamatkan aqidah

Melihat hijrahnya umat Muslim, kafir Quraisy mengutus Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabiah untuk menghasut Raja Negus agar memulangkan kaum Muslimin namun usul itu ditolak. Setelah mengajak berbincang dengan kaum Muslim yang diwakili oleh Ja’far bin Abi Thalib maka raja negus makin melindungi kaum Muslim dan akhir nya beliau masuk ke dalam Islam. Di Ethiopia, Ja’far bin Abi Thalib berhasil mengajak tiga puluh orang Ethipia masuk ke dalam Islam. Akhirnya delegasi sebanyak tiga puluh orang tersebut ke Makkah untuk menghadap dan menyatakan keislamannya kepada Nabi Muhammad.

Ummul Huzn (Tahun Kesedihan)

Diktakan tahun kesedihan, dikarenakan wafatnya sang itri tercinta Khadijah dan 35 hari kemudian disusul oleh wafatnya Abi Thalib. Mereka berdua adalah pelindung dan pembangkit semangat Nabi dalam memperjuangkan Islam-walaupun Abu Thalib meninggal dalam keadaan belum berislam- jadi sangat wajar jika Nabi begitu terpukul dikarenakan mereka wafat.

Melihat keadaan terpuruk yang dialami Nabi Muhammad, orang-orang musyrik Quraisy makin berani untuk memusuhi Nabi karena pelindung dan tameng beliau sudah tak ada.

Berdakwah ke Thaif

Di sini Nabi ditemani oleh anak angkatnya, Zaid bin harisah. Namun, ajakan Nabi Muhammad agar masuk ke dalam Islam ditolak mentah-mentah, bahkan mendapatkan makian dan lemparan batu dari penduduk thaif sampai Rasulullah dan Zaid terluka.

11 tahun Kenabian (18 bulan sebelum Hijrah)

Peristiwa Isra dan Mi’raj

Perjalanan di awali dari Makkah samapi Baitul Maqdis, lalu Nabi di masjid ini melakukan shalat dua rakaat. Setelah itu diteruskan dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha

Dalam peristiwa Mi’raj, Rasulullah mendapat hadiah berupa penetapan shalat lima waktu (sebelum ini diberlakukan, Nabi biasa melaksanakan shalat 2 waktu pada pagi dan sore hari sebanyak 2 rakaat)

setelah melaksanakan Isra Mi’raj maka Nabi melaporkan apa yang dialaminya itu namun quraisy malah mencacinya karena tak percaya lantas Allah memberikan gambaran Baitul Maqdis agar Nabi dapat menceritakan detail bangunan tersebut. Karena keimanannya yang begitu tinggi, Abu Bakar sangat mempercayai ucapan Nabi bahwa ia telah melakukan perjalan panjang dalam waktu yang sangat singkat, maka sejak itu beliau mendapati julukan as-Shiddiq.

Pengenalan Islam kepada Kabilah-kabilah Arab

Ketika musim haji tiba, sudah menjadi tradisi kabilah-kabilah yang berada di semenanjung Arab untuk melakukan ibadah haji, ibadah yang sudah menjadi kebiasaan turun temurun untuk mengunjungi Ka’bah. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Rasulullah untuk menawarkan kepada para pendatang tentang agama Islam.

Ini pula awal mula kaum Anshar (panggilan kepada orang Madinah) masuk Islam. ketika Nabi mengenalkan syariat Islam kepada kaum Khazraj dan ternyata mereka menyambut baik ajaran Nabi dan dengan senang hati memeluk Islam. Setelah diadakan Bait al-Aqabah pertama kepada kaum Anshar, saat tahun itu juga Islam telah tersebar beritanya seantero Madinah. Baiat Aqabah pertama, sebanyak 12 orang berbaiat kepada Rasulullah, layaknya baiat terhadap wanita.

12 tahun Kenabian

Baiat Aqabah Kedua

Islam benar-benar disambut baik oleh penduduk Yastrib (Madinah). Ketika musim haji thun ini, kaum Anshar secara sembunyi-sembunyi sebanyak 73 lak-laki dan 2 perempuan menemui dan berbaiat kepada Rasulullah.

13 tahun Kenabian

Diizinkannya Para Sahabat untuk Berhijrah

Semua sahabat hijrah ke Madinah dengan sembunyi-sembunyi kecuali Umar yang secara terang-terangan. Sahabat yang berhijrah menumpang dengan kaum Anshar untuk sementara.

Hijrahnya Rasulullah

Ditemani Abu Bakar dalam berhijrah dan Uraiqit sebagai pemandunya. Abdullah, anak Abu Bakar ditugasi sebagai mata-mata yang menginformasikan tentang kegiatan dan pergerakan para kafir Quraisy. Asma sebagai pengantar makanan dan Amir bin Fahirah sebagai pengantar susu untuk diminum. Ali ditugasi untuk menggantikan Rasulullah di ranjangnya.

Perjalanan hijrah yang begitu menegangkan, jauhnya jarak dari Makkah ke Madinah ditambah dengan pengejaran dari pihak Quraisy. Ketegangan mencapai klimaksnya ketika Nabi dan Abu Bakar berada dalam gua Tsur. Jarak antara mereka dengan pihak pengejar sudah semakin dekat, namun Allah memberikan pertolongan kepada mereka dengan ditutupinya mulut gua dengan sarang laba-laba dan burung merpati.

Dalam perjalanannya ke Madinah, Rasul melewati Quba. Di sana beliau disambut dengan begitu hangat oleh masyarakat Quba. Di sini Nabi Muhammad sempat tinggal beberapa hari di kediaman Kultsum ibn Hdam ra. Di sini pula beliau mendirikan Masjid Quba.

Singkat cerita rasulullah dan Abu Bakar tiba di Madinah, bukan main hangatnya sambutan masyarakat Madinah kala itu. Penduduk Madinah saling berebut agar Rasul tinggal di rumah mereka. Akhirnya untuk sementara Rasul singgah dan tinggal di kediaman Abu Ayub al-Anshari ra. Dari sini dimulailah perjuangan Nabi Muhammad di Madinah.

 

 

Cuplikan Sejarah Singkat Kehidupan Rasulullah (part 1)

Dari Kelahiran sampai Awal Kenabian

Ketika dua bulan di dalam kandungan

Wafatnya ayahanda beliau, Abdullah bin Abdul Muthallib

nol tahun (Rabiul Awwal)

Kelahiran Muhammad

Aminah melahirkan seorang anak bernama Muhammad. Nabi Muhammad kecil disusui oleh Halimah as-Sa’diyah dari keluarga Bani sa’d yang tinggal di daerah pegunungan. Setelah menjadi ibu susu Muhammad kecil, kehidupan keluarga ini mendapatkan banyak keberkahan.

Umur 5 tahun

Pada fase ini terjadi peristiwa pembelahan dada Muhammad kecil. Ketika Muhammad masih tinggal di kediaman Bani Sa’d

Umur 6 tahun

Ibunya, Aminah wafat. Ketika itu Muhammad sedang mendampingi ibunya dalam perjalanan pulang dari ziarah ke makam Abdullah. Pengasuhan berpindah kepada kakeknya, Abdul Muthallib.

Umur 8 tahun

Kakeknya, Abdul Muthallib wafat. Sekarang Muhammad diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib

Umur 12 tahun

Perjalanan Dagang ke Syam bersama pamannya

dalam perjalanan dagang ini,  kafilah Abu Thalib bertemu dengan Buhaira (seorang pendeta nasrani). Di sinilah Buhaira melihat irhas (tanda-tanda calon kenabian), yaitu awan yang selalu menaungi Muhammad dan tanda kenabian di puggung Muhammad. Terjadilah percakapan antara Buhaira dan Abu Thalib, bahwa kelak Muhammad akan menjadi orang besar dan sekaligus menjadi incaran orang-orang yahudi maupun musyrik. Setelah percakapan tersebut lantas Abu Thalib segera menyelesaikan urusan dagangnya dan kembali ke Makkah

Umur 25 tahun

Menikah dengan Khadijah

Sebelum pernikahan terjadi, Nabi sempat bekerja sebagai pegawai Khadijah. Dengan kejujuran dan kewibawaannya, Muhammad sukses memperdagangkan barang-barang Khadijah. Setelah pulang dan mendapat kabar tersebut Khadijah jatuh hati kepada Muhammad dan berniat untuk menikah dengan beliau. Saat pernikahan berlangsung, saat itu selisih umur Nabi dengan Khadijah berkisar 15 tahun  lebih tua Khadijah

Umur 35 tahun

Renovasi Ka’bah

Salah satu peristiwa menarik adalah ketika para suku dan kabilah memperebuti, siapakah yang berhak menaruh Hajar Aswad pada tempatnya. karena Muhammad dapat memberi solusi dan berhasil memadamkan api perselisihan antar suku, beliau mendapati julukan al-amin.

Umur 40 tahun

Berkhalwat ke gua Hira

Karena melihat kebobrokan akhlak masyarakat Makkah, pada fase ini Nabi berkali-kali berkhalwat untuk menjauhkan diri dari dunia dan mendekatkan diri kepada Allah. Sampai akhirnya setulah berulah kali memisahkan diri dan berkontemplasi ke gua hira. beliau mendapatkan wahyu sebagai tanda awal kenabiannya.

 

 

Pendahuluan Sejarah Singkat Rasulullah SAW

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT,  Tuhan semesta alam yang selalu melimpahkan kebaikannya pada seluruh makhluk walaupun makhluknya banyak yang membangkang terhadapnya. Shalawat serta salam sebanyak partikel di alam semesta untuk manusia teragung, Nabi utama, dan imamnya para Rasul, Nabi Muhamman SAW.

Tulisan ini, merupakan ringkasan dari buku yang berjudul ‘Fiqih Shirah’ karya M.Said Ramadhan al-Buty. Beliau merupakan ulama besar timur tengah yang otoritasnya tidak diragukan lagi. Kelebihan buku yang saya ringkas ini terletak pada urutan perjalanan kehidupan Nabi yang jelas, analisis yang mendalam, juga terbahasnya masalah fiqih yang terdapat dalam kehidupan Rasululllah SAW.

Walaupun usaha yang saya lakukan tidaklah signfikan, sehingga hasil ringkasannya tidak bagus namun karena ini merupakan kisah hidup Rasulullah SAW, InsyaAllah keberkahan dan kemuliaan Rasulullah SAW membuat kita sedikit-demi sedikit mengerti dan memahami ringkasan dari perjalanan hidup beliau. Di sini saya juga meringkasnya dengan sangat ringkas agar pembaca yang kesehariannya begitu sibuk dapat mengetahui secara global-baik mengenai urutan waktu dan sedikit kisah- tentang sejarah kenabian-dari kelahiran sampai wafatnya Rasulullah-dalam waktu yang relatif singkat.

Harapan saya adalah agar setelah membaca ringkasannya, pembaca dapat lebih terpacu untuk membaca buku-buku sejarah yang sebenarnya. Jika ditulisan ini hanya dipaparkan secara singkat, global, dan kurang jelas, dalam buku aslinya pembaca akan menemukan kejelasan yang rinci dan pengaruh yang lebih dalam mengenai sejarah kehidupan Rasulullah SAW.

Percayalah saudaraku, membaca sejarah Nabi Muhammad seakan menggali tanah yang isinya banyak mengandung harta yang berharga. Anda tidak akan rugi jika meng-infakkan sedikit waktu anda untuk mengetahui betapa hebatnya perjuangan beliau. Jika anda pernah membaca sejarah tokoh-tokoh dunia maka sejarah Nabi Muhammad pastilah berada di atas mereka semua, baik dalam hal akhlaknya, keberaniannya, strategi perangnya, ibadahnya dan yang lainnya.

Akhir kata, semoga apa yang anda baca ini bermanfaat dan membawa berkah. Saya juga memohon pembaca untuk mendoakan saya juga para Muslimin lainnya karena doa dari sesama muslim benar-benar kita perluka. Saya juga berharap kepada Allah agar pahala yang Dia kirimkan kepada orang tua saya lebih banyak dari yang Allah kirimkan kepada saya. Aminn

 

 

 

 

 

                                                                                                             Jaka Perdana Putra