Jauhilah…

Wahai diriku dan orang-orang yang selalu ingin menjadi lebih baik, jauhilah segala penyakit hati di bawah ini yang tanpanya hidup kita akan menjadi jauh lebih indah dan bermanfaat…

Jauhilah loba terhadap dunia dan umur panjang karena itulah yang menyebabkan Adam dan Hawa terbujuk rayu Iblis dan akhirnya terusir dari surga. Sifat ini membuat manusia jauh dari sikap realistis. Dunia dipertuhan oleh mereka dan akhirat bagaikan dongeng belaka. Padahal jika mereka tahu, keutamaan dunia tidaklah lebih dari seujung kuku dari keutamaan akhirat.

Jauhilah kesombongan karena dengan inilah fir’aun dan kaumnya dibinasakan. Dengan ini pula iblis enggan sujud kepada Adam hingga dikutuk oleh Allah. Orang yang terjangkit kesombongan akan menolak kebenaran dan hanya memerankan sandiwara terbalik. Betapa tidak, dia merasa dirinya paling tinggi dari yang lain padahal dia hina di sisi Allah. Dia merasa angkuh dengan kekayaannya padahal itu hanyalah titipan. Dan dia merasa bangga dengan kesejahteraan hidupnya padahal itu merupakan ujian.

Jauhilah kekikiran karena dengannya Qarun bersama hartanya dikebumikan. Si kikir ialah  orang yang terbutakan matanya dalam melihat kebaikan, tuli telingannya jika dimintai bantuan, dan keras hatinya dari sikap tolong-menolong. Dia lupa bahwa dengan kikir berarti  dia menjauhkan dirinya dari Allah Yang Maha Pengasih. Dengan kikir pula seseorang telah mengabaikan janji-Nya yang akan membalas satu kebaikan dengan sepuluh, seratus, tujuh ratus kebaikan bahkan lebih.

Jauhilah kemalasan karena siapa yang berteman dengannya akan dijauhi ilmu, ditinggalkan kemuliaan, dan dihinggapi ketidakberdayaan. Mereka yang malas juga merupakan orang-orang yang tak pandai dalam menarik hikmah kehidupan. Lihatlah burung keluar sarangnya untuk mencari makan, bumi terus berputar mengelilingi matahari sampai air-pun selalu mencari tempat yang rendah agar dirinya terus dapat mengalir. Namun bagi si pemalas itu tiada berarti. Baginya, siang sama saja dengan malam, dia hidup namun diam di tempat, dan jika bergerak tidaklah menghasilkan manfaat.

Jauhilah sifat riya karena dengannya bangunan pahala yang susah payah dibangun akan hilang dalam seketika dan segunung keberkahan yang telah terkumpul dapat tercabut dalam sekejap. Mereka yang riya ialah mereka yang rela menggadaikan kebaikan di sisi Allah dengan tepukan tangan manusia. Sifat ini susah sekali hilang karena begitu melekatnya pada diri. Berhati-hatilah, karena dia merupakan mesin pengintai paling mematikan bagi pahala dan saudaranya.

Jauhilah dengki karena dialah penyebab hati gelisah, susahnya tidur, dan habisnya ketenangan. Mata si pendengki selalu dalam fatamorgana, melihat senyuman bagai ejekan, melihat tangkai bunga layaknya sumbu bom, dan melihat hujan seperti kobaran api. Tidak ada kebaikan yang muncul darinya karena jiwanya tak bisa tercerahkan oleh tawa dan kalbunya tak dapat disenangkan dengan canda. Raut muka masam menjadi tanda pengenalnya dan aura negatif selalu terasa jika di dekatnya.

Jauhilah sifat pesimis karena kandungannya ialah penyakit, kekecewaan, kegagalan, kehancuran, dan kejatuhan. Pesimis sangat ampuh dalam dalam mematikan kobaran api semangat sehingga tak ada satu pun mata air ikhtiar muncul ke permukaan. Jika anda melakukan musyawarah jangan ikut sertakan orang pesimis, karena dia hanya akan mempersempit jalan keluar. Dengan pesimis seseorang telah terhipnotis sehingga dia tanpa sadar berjalan menuju ke lembah kegagalan dan akhirnya jatuh ke dalam jurang ke-sia-sia-an.

Jauhilah menunda-nunda karena zaman tidak menjamin keabadian dan malam tidak berjanji memberikan kekekalan. Kata “nanti” adalah kata yang paling sering diucapkan oleh yang terkena penyakit ini. Padahal itu hanyalah slogannya si culas, mottonya para pemalas, dan kata-kata mutiaranya orang yang bodoh. Dia lupa bahwa waktu tak pernah mau menuggunya namun dia ikhlas masanya terbuang percuma dan juga roda zaman tak pernah berhenti berputar untuknya, dia hanya terpana akan putarannya dan akhirnya tergilas dengan sendirinya.

Jauhilah sifat ambisius karena bersamanya segala yang buruk terlihat indah, melihat jurang layaknya taman dan ketika anda berlari ke tengahnya tanpa sadar anda terjatuh ke dalamnya. Seringkali si ambisius mencabut hak tubuhnya dalam beristirahat karena terjangkit semangat kerja gilanya dan bersikeras dalam usahanya. Tidak hanya itu, diapun tak segan-segan menzalimi saudaranya demi tercapainya impian. Ingatlah teman, dengan ambisius anda telah berhasil merugikan diri sendiri dan terlebih orang lain.

Jauhilah egoisme karena dia mampu membuat semua menjauhi anda, hanya satu teman yang tetap setia bersama anda, yaitu kesendirian!. Jika virus ini ada pada suatu kelompok maka berhati-hatilah karena akal mereka sudah tertutup dari diskusi dan hati mereka telah terkunci dari nasihat. Mereka menganggap hanya pendapatnyalah yang benar dan yang lain salah bahkan sesat. Tinggalkanlah sifat ini karena ia merupakan benih rusaknya persahabatan sekaligus  pupuk penyubur dari terpecah-belahnya umat

Jauhilah boros karena itu salah satu penyimpangan terburuk dalam menyikapi anugerah Tuhan. Imbasnya tidak hanya dosa di akhirat kelak namun juga kerugian di dunia. Jika anda tak percaya maka tanyailah para tiran apa kebiasaanya maka jawabannya adalah boros. Bertanyalah  kepada orang yang bangkrut bagaimana sejarahnya, maka jawabannyapun dikarenakan boros dan jika anda bisa, bertanyalah kepada setan akan siapa temannya maka niscaya setanpun menjawab “yaitu, orang-orang yang boros”.

Jauhilah ketamakan karena gara-gara dialah Husen bin Ali dibunuh oleh penguasa Umayah di Karbala. Dengannya seseorang tidak pernah merasa puas, harta yang banyak terasa sedikit dan jika bertambah semakin hauslah seseorang. Jangan biarkan dia merasuki diri, karena dia seperti rayap yang sangat gesit dalam menggerogoti kepuasan hati dan seperti kuman yang mahir dalam mengikis kerelaan jiwa. Ingatlah, apapun yang dilandasi oleh tamak ialah keburukan kecuali dalam menuntut ilmu!

Jauhilah iri hati karena yang mengidap penyakit ini akan selalu menunggu-nunggu kapan seseorang terpeleset, menanti-nanti kapan seseorang terjatuh, dan berangan-angan suatu saat seseorang tergelincir. Dengan iri hati maka manusia telah berada di tengah-tengah sarang bisikan was-was dan tenggelincir dalam kubangan desas-desus. Jika ingin mempercepat tumbuhnya uban pada kepala anda maka iri hati adalah obat terbaiknya.

 Sungguh tulisan ini bukanlah uraian panjang lebar suatu nasihat dariku untuk pembaca. Sangat tidak pantas bagiku untuk melakukannya karena penulis sangat sadar bahwa banyak sekali sifat di atas yang masih melekat pada diri ini dengan berbagai macam kadarnya. Ini tidak lain merupakan untaian motivasi dan pengingat, khususnya untukku dan umumnya bagi pembaca yang budiman. Semoga kita semua dengan perlahan-lahan namun pasti  dapat menjauhi sifat-sifat tersebut.

Yaa Allah aku memohon ampun dari apa yang kutulis namun belum dapat terealisasikan sepenuhnya  dan dengan limpahan hidayah serta taufik-Mu kami mohon jauhkan kami dari segala macam penyakit hati yang melekat pada diri ini…amiin 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s