SEMENIT SAJA

Wahai teman dalam tulisan ini aku ingin memberikan motivasi untuk diriku dan kalian semua agar kita bisa menghargai waktu. Aku ingin mengingatkan hati dan pikiran kita akan semua kelalaian yang melekat pada jiwa dan sanubari di mana seringkali membuat kita rela menghabiskan waktu tanpa kebaikan sedikit pun. Tulisan ini adalah implementasi rasa syukur kepada Allah, kasih sayang sesama muslim, dan cinta kepada persaudaraan. Dengan memohon ridha, hidayah, dan kemampuan melaksanakan petunjuk-Nya, semoga tulisan ini dapat mencerahkan pembacanya. Amiin.

Jika diamati dan diperhatikan ternyata waktu semenit saja dapat diisi dengan banyak sekali kebaikan. Misalnya saja membaca Al-quran; satu ayat saja sudah terdiri dari banyak huruf dan satu huruf diganjar dengan sepuluh kebaikan. Jika kita membaca semenit saja niscaya ratusan bahkan ribuan kebaikan yang kita dapat. Dalam semenit kita dapat membaca surat Al-Fatihah sebanyak 6 kali. Ada ulama yang telah menghitung ganjaran membaca surat Al-Fatihah sebanyak satu kali, ternyata ganjaranya melebihi 1.400 kebaikan maka dalam satu menit kita sudah mendapat lebih dari 8400 kebaikan. Tidak percaya? Silahkan cek sendiri.

Jika kita berdzikir, seperti membaca “Subhanallah wa bihamdih” (Mahasuci Allah dengan segala pujian bagi-Nya). Orang yang membaca “Subhanallah wa bihamdih” seratus kali (hanya memerlukan waktu satu menit untuk itu) akan diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih di lautan (Shahih Bukhari, hadits no. 6405).

Tujuanku menyebutkan ini adalah untuk memberi tahu dan mengingatkan kita semua betapa bernilainya waktu dalam semenit. Bahwa, ia dapat diisi dengan segala macam kebaikan yang mempunyai manfaat luar biasa, seperti mengaji, berdzkir, membaca, dan menulis. Satu menit saja mampu memberi nilai tambah bagi hidup, karya, pemikiran, pemahaman,hafalan, dan kebajikan kita.

Dan dalam waktu semenit itu juga kita dapat membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 15 kali bahkan lebih berarti dalam semenit kita seperti mengkhatamkan 5 kali Al-Quran sebab surah Al-Ikhlas sebanding dengan sepertiga Al-Quran (Shahih Muslim, hadits no. 811). Jika satu hari kita pakai untuk membaca surah Al-Ikhlas satu menit maka dalam sebulan kita telah membaca 450 kali dan 5460 dalam setahun. Itu sama saja dengan mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 1820 kali.

Percayalah saudaraku, dalam semenit kita dapat bershalawat kepada Nabi Muhammad dalam redaksi yang paling ringkas—yaitu,”Shallallahu ‘alaihi wa sallam”(semoga Allah bershalawat dan salam atas beliau)—sebanyak 60 kali. Sebagai imbalannya maka Allah akan bershalawat kepada kita 600 kali, karena satu shalawat dibalas dengan sepuluh kali lipat. Sungguh orang yang beruntung yang namanya disebut-sebut oleh Sang Maha Agung.

Pernahkah kita berfikir dan merenung bahwa banyak kesempatan yang tersia-siakan?, berapa banyak kebaikan yang terbuang percuma? Berapa sering kita menghabiskan waktu dengan membicarakan keburukan orang lain, memangkas waktu dengan kemalasan, mempercepat waktu dengan tidur yang berlebihan, dan menghinakan waktu dengan dosa?.

Mencurahkan satu menit dalam sehari untuk menghafal satu ayat pendek dalam juz amma adalah hal yang sangat mungkin. Jika itu kita lakukan maka dalam 40 hari kita telah mengahafal surat An-Naba dan dalam setahun kita sudah menghafal dari An-Naba sampai Al-fajr itu setara dengan 2/3 dari keseluruhan juz amma.

Dalam satu menit biasanya kita dapat membaca 3-4 halaman dengan fokus dari buku apapun. Anggaplah satu hari kita hanya membaca dalam satu menit maka dalam setahun kita telah membaca 1092-1456 halaman. Jika literatur ilmiah, keagamaan, dan pengetahuan umum biasanya terdiri dari 350 halaman berarti dalam setahun kita sudah membaca 3-4 buku. Maka dalam waktu satu menit yang diakumulasikan pengetahuan kita sudah bertambah, kemuliaan kita meninggi, dan kebodohan kita semakin terkikis.

Siapa yang senang menulis maka dalam semenit akan mampu menulis sebanyak 3 baris jika mengandalkan hafalan. 5 baris jika menyalin dengan cepat. Artinya, jika setiap hari anda menulis lima baris maka dalam sebulan telah tertulis 10 halaman, 120 halaman dalam setahun, maka dalam lima tahun anda telah menulis 600 halaman itu sebanding dengan novel-novel tebal. Dalam sepuluh tahun anda telah menulis 1200 halaman dan itu sedikit lebih tipis dari Tafsir Ibnu Katsir.

Ternyata berkat semenit, kita dapat menjernihkan hati, menciptakan karya, menajamkan daya hafal, dan memperluas wawasan. Berkat itu juga kita dapat mencapai ridha Allah, menghapus dosa, memperbanyak pahala, dan memuliakan kedudukan. Tetapi saudaraku, butuh tekad yang kuat dan semangat yang berkobar untuk itu.

Yaa Allah kami berlindung kepada-Mu dari padamnya semangat, meluruhnya tekad, dan ketertutupan hati. Amiin.

Semoga tulisan ini bermanfaat. (terinspirasi dari buku “silahkan terpesona” karya DR. A’id Abdullah Al-Qarni)

One thought on “SEMENIT SAJA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s