Aku Bingung…

Aku bingung dan tak habis pikir melihat mereka yang mengaku para intelektual tetapi sering mengisi hidupnya dengan perdebatan panjang lebar hanya karena masalah sepele. Aku ragu itu ada manfaatnya di dunia terlebih di akhirat. Akupun tidak yakin itu berpengaruh pada kemajuan mereka apalagi bagi umat. Yang aku yakin itu hanyalah senda gurau yang terbungkus oleh kata-kata ilmiah dan omongan kosong dari si kritis yang egois.

Aku bingung dengan orang-orang yang selalu bertanya pada ahlinya dalam urusan dunia namun berijtihad asal-asalan dalam masalah agama. Mengikuti keputusan dokter atas penyakitnya  namun mengikuti hawa nafsunya dalam memahami dalil. Sungguh dia telah meremehkan akhirat dengan segala kebodohannya.

Aku bingung dengan dia yang mendirikan tahajjud sepanjang malam , melafadzkan dzikir setiap waktu, dan melantunkan Al- Quran di pagi maupun sore tetapi dia malas menuntut ilmu, enggan bekerja keras, dan  alergi untuk berfikir. Mereka lupa bahwa ganjaran itu semua adanya di akhirat dan sungguh sikap itulah yang membuat Islam terseok-seok di dunia.

Akupun juga bingung dengan mereka yang selalu mengejar dunia tanpa lelah, bekerja keras tanpa henti, dan menimba ilmu tanpa puas namun diri mereka jauh dari shalat, lidahnya kering tanpa dzikir, dan hatinya keras tanpa Al-Quran. Mereka ialah orang yang tak tahu diri kepada Allah dan bodoh dalam bersyukur atas nikmat-Nya

Namun lebih mebingungkan lagi orang yang tidak shalat lagi malas menuntut ilmu, terus berleha-leha tapi bedzikir pun tidak, dan muak untuk berfikir serta acuh terhadap Al-Quran. Sungguh pasti hidupnya adalah kerugian banyak pihak, kematiannya adalah idaman semua orang, dan entah bagaimana nasibnya ketika dibangkitkan.

Aku bingung jika ada orang yang selalu terbius dengan kehidupan masa lalu atau takut menghadapi hari esok. Padahal masa lalu bagaikan kaca yang pecah yang tidak dapat diperbaiki kembali dan hari esok ialah si gaib yang tidak patut dipertanyakan. Hadapilah hari ini karena di sinilah anda dapat memperbaiki diri, menciptakan karya, dan memperbanyak pahala.

Aku bingung ditambah jijik dengan kebanyakan aparat penegak hukum di negri ini. Kalian seenaknya menghukum mereka yang berbuat kesalahan kecil, ringan, serta remeh namun begitu tawadhu-nya kalian dihadapan para koruptor dan orang-orang zalim negri ini. Pedang kalian sangat tajam buat mereka kalangan bawah namun terlalu tumpul bagi si elit kalangan atas. Bidikan kalian bagi si miskin sangat jitu dan tepat sasaran namun lemah dan melenceng jauh bagi si kaya. Jika bangsa ini hancur kalian termasuk kelompok yang memiliki andil besar dalam kehancurannya. Wahai orang-orang zalim, anda tidak hidup selamanya di dunia. Bersiap-siaplah, karena peradilan paling agung siap menghakimi kalian!

Aku bingung sekaligus heran jika ada orang yang gemar sekali memberikan nasehat berulang-ulang pada orang yang sama. Aku tahu memang kita diperintahkan untuk saling mengingatkan namun memberikan nasehat tanpa henti hanya akan menjemukan hati, menurunkan nilai dan mengurangi pengaruh nasihat tersebut. Memberikan nasihat layaknya mengusap permata, usapan dibutuhkan agar debu yang hinggap dihilangkan namun terlalu sering diusap membuat kilaunya memudar.

Aku bingung dengan dia yang mengisi hidupnya dengan keangkuhan. Seakan-akan dia lupa dirinya bermulai dari air yang hina, ke sana ke mari membawa kotoran diperutnya, dan jika matipun hanya menjadi makanan ulat di dalam tanah. Hai manusia janganlah engkau sombong! Kakimu tidak bisa menembus bumi dan ketinggianmu tidak dapat menyentuh langit!

 

 

Aku bingung serta sedih jika membandingkan peradaban jahiliyah dengan peradaban modern saat ini. Betapi tidak, di saat jahiliyah mereka mengubur bayi perempuan hidup-hidup tetapi sekarang tidak hanya yang perempuan bayi laki-lakipun mereka kubur hidup-hidup. Dahulu, alasan mereka membunuh bayinya dikarenakan takut ketika si perempuan beranjak dewasa ia akan dijadikan budak, di siksa,berzina, dan diperkosa oleh siapa yang menawan mereka namun sekarang mereka membunuh bayinya karena rasa malu akibat dia sendiri berzina atau diperkosa. Dahulu yang menguburkan ialah si ayah dan sebelum dikubur sang bayi di dandani terlebih dahulu tapi lihat sekarang, yang menguburkan ialah ibu dan ayahnya bahkan disertai oleh dokter bejat tak bermoral dan sang bayi dikuburnya dalam keadaan kotor. Dahulu mereka jauh dari peradaban intelektual dan tidak ada undang-undang  tentang HAM namun sekarang yang melakukan tindakan keji ini ialah mereka yang intelek dan di saat HAM terus didengung-dengungkan. Sepertinya era saat ini pantas disebut sebagai peradaban jahiliyah modern.  Jika tidak, aku tak tahu lagi namanya karena jujur, aku bingung!

 

*tulisan ini adalah lintasan-lintasan pikiran yang muncul dari hal-hal yang menurutku membingungkan jika terlihat oleh mata, terdengar telinga, dicerna oleh akal, dan mengganjal di dalam hati. semoga tulisan ini bermanfaat. amiin🙂

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s