Inilah Tuhan kita

Maha Suci Allah yang dengan kekuasaan-Nya terbentanglah alam raya dengan segala keteraturannya, dengan kekuasaan-Nya mengorbitlah planet-planet dengan segala ketelitiannya, dan dengan kekuasaan-Nya pulalah terhamparkan bumi dengan segala isinya.

Allah, inilah Tuhan semesta alam yang jika disebut nama-Nya dapat menimbulkan ketenangan dalam hati, menghapus dosa pada jiwa dan mengangkat derajat keutamaan seorang hamba.

Allah, inilah Tuhan Maha Pengampun yang ampunan-Nya selalu terbuka setiap saat. Ampunan-Nya sedalam samudra tanpa batas sehingga gunungan dosa dapat ditenggelamkan sepenuhnya. Ampunan-Nya tidak mengenal kasta, kaya-miskin, pintar-bodoh, putih-hitam dll, asal dia beriman maka disitulah turun maghfirah-Nya.

Allah, Tuhan yang sangat merindukan permohonan ampunan hambanya yang berdosa, seperti dalam hadits Qudsi, “ Jika umat manusia tidak pernah melakukan dosa niscaya Aku binasakan mereka dan Aku gantikan dengan mereka yang berbuat dosa lalu memohon ampunan kepada-Ku ”.

jika kita berbuat maksiat segeralah bertaubat, karena Allah sangat gembira dengan taubatnya sang pendosa sebagaimana dalam hadits Qudsi, “layaknya musafir di tangah gurun yang tandus kemudian unta yang yang membawa perbekalan perjalanannya hilang lalu dia mencari ke mana-mana namun tidak berhasil menemukannya, lalu dia tertidur karena lelahnya dan setelah terbangun ia melihat untanya itu di depan matanya, karena terlalu girangnya sentak musafir itu berteriak sampai salah kata “Yaa Allah aku Tuhan-Mu dan Engkau hambaku”, sesungguhnya Allah lebih senang dengan taubatnya si pendosa daripada kesenangan musafir tersebut”.

Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih yang Rahmat-Nya mengalahkan  Amarah-Nya. ‘Tangan’-Nya senantiasa menabur kebaikan di bumi dan langit. Dia yang memberi tanpa pamrih, Dia yang melimpahkan kasih sayang tanpa perhitungan, dan Dia yang mencurahkan manfaat dalam setiap ciptaan-Nya.

Allah, Tuhan yang jika mengganjar kebaikan selalu melipatgandakan dan membalas keburukan dengan setimpal sesuai keburukan tersebut. Dia yang jika hamba-Nya mendekati dengan sejengkal maka Dia mendekat dengan sehasta. Dia yang jika hambanya datang kepada-Nya dengan berjalan maka Dia akan datang dengan berlari. Dia yang kedekatannya dengan hamba lebih dekat daripada jarak hamba itu dengan urat nadinya sendiri. Dia yang selalu mengawasi dengan penglihatan kasih sayang. Dia yang memberikan musibah untuk mendidik dan menyiksa dalam rangka menebus dosa hambanya yang beriman. Dia yang memberi kenikmatan dengan kesejahteraan di dunia bagi yang bekerja keras dan yang menghadiahkan surga bagi yang beramal shaleh.

Allah, Tuhan segenap makhluk yang di langit maupun di bumi. Dialah tempat bersandar bagi kita yang lemah, penolong bagi yang kesulitan, pembangkit bagi yang rapuh, yang menguatkan keyakinan bagi yang ragu, dan tempat terbaik dalam mencurahkan segala keluh kesah. Dia yang tidak meninggalkan hamba-Nya yang butuh pertolongan. Dia Dzat yang apabila dicintai maka dia akan membalas cintanya dengan sebaik-baiknya padahal bagi makhluk, mencintaiNya merupakan kewajaran karena Allah-lah yang telah menciptakannya namun Dia yang penuh Kebesaran, Keagungan, dan Keluhuran tidak segan-segan memberikan cinta-Nya padahal dia tak sedikit pun mempunyai urusan dengan kita yang penuh dosa ini.

Allah, Maha Pengatur yang aturannya berlaku dengan tepat dan sempurna. Bergilirnya siang-malam, bergantinya musim, ranumnya buah, bermekarannya bunga, berhembusnya angin, beredarnya bulan, mengalirnya air dll merupakan bukti kebesaran-Nya yang tiada tara, menjulang tanpa batas, meluas tanpa tepi dan ujung.

Allah, Tuhan yang petunjuk-Nya terhampar di mana-mana dan berlaku bagi siapapun yang menghendaki. Dia yang membawa manusia ke jalan kebahagiaan dengan seruan Islam. Dia yang tidak menghukum sebelum mengutus Rasul untuk menyampaikan kebenaran. Dia yang tidak menghendaki kesulitan dalam beragama. Juga Dia yang memaafkan bila manusia bersalah dalam keadaan tak sadar, lupa, dan terpaksa.  

Allah, Tuhan bagi orang-orang yang hatinya diterangi cahaya kebenaran dan yang akalnya terbuka bagi jalan yang lurus. Dia yang malu jika tidak mengabulkan doa hambanya bahkan mewajibkan manusia untuk berdoa kepada-Nya. Bukankah itu menunjukan Allah kaya? Karena yang miskin tak akan dimintakan bantuan. Bukankah itu berarti Allah dermawan? Karena yang kikir akan enggan untuk memberi. Bukankan itu pula bukti bahwa Allah mendengar? Karena yang tuli bukan tempatnya untuk mengadu.

Allah, Dzat yang tidak terikat dimensi alam raya. Penglihatan-Nya mencakup yang besar maupun yang kecil, yang zhahir maupun yang batin. Pengetahuan-Nya menyeluruh tanpa batas baik yang lalu, sekarang, dan masa depan. Dia yang menyegarkan tanah dengan turunnya hujan, Dia yang merindangkan permukaan dengan tumbuhnya pepohonan, Dia yang membirukan daratan dengan samudera, dia yang menerangi bumi dengan cahaya mentari, dan Dia-lah yang menghiasi malam dengan gemerlapnya taburan bintang.

Allah, Dzat yang terang-Nya begitu menyilaukan mata sehingga mata tak mampu memandang-Nya layaknya mata kelelawar yang buta di siang hari namun kehadiran-Nya terbuktikan dengan segenap ciptaan-Nya sehingga membuat keyakinan bercokol teguh di dalam hati. Keharmonisan, stabilitas, keteraturan, dan eksistensi yang ditunjukan alam ini bagaikan air yang meresap ke dalam relung-relung jiwa sehingga membuat diri ini sadar akan betapa kuasanya Engkau.

Lihatlah alam ini, siapakah yang meninggikan langit? Siapakah yang mengarak awan? Siapakah yang memasung bumi dengan gunung agar bumi tidak berguncang? Siapakah yang mengajari laba-laba dalam merakit benangnya? Siapakah yang menuntun lebah membentuk sarangnya? Siapakah yang mengajari merpati terbang tinggi? Siapakah yang mengajari semut mencari rezeki? Siapakah yang menjaga telur-telur yang belum menetas? Siapakah yang menumbuhkan benih-benih? siapakah yang menjadi kreator di seleruh alam semesta ini?. Dengan kejernihan hati niscaya dengan tenang kita dapat menjawab “ yaitu, Allah yang Maha Esa dan Maha Agung”

Inilah Tuhan kita yang kasih sayang-Nya tak dapat diukur dengan angka, kasih sayang-Nya dalam tanpa dasar mencakup segala yang telah dicipta oleh-Nya. Inilah Tuhan kita yang pemberian-Nya tak dapat dihitung namun tak henti-hentinya selalu memberi kepada kita yang penuh dosa. “maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan?”

Inilah Tuhan Yang Maha Terpuji yang segala perbuatan-Nya selalu terpuji dan dipuji. Decak kagum akan sentuhan Maha Karya-Mu mengalir deras dalam pikiran dan berkerumunan pada lisan ini jika hendak menyuarakannya. Engkaulah Tuhan yang apabila ingin dipuji maka disucikan terlebih dahulu karena adanya kekhawatiran bahwa pujian yang dipanjatkan tidak sesuai dengan kesempurnaan-Mu. Akhirnya kami memuji-Mu seperti apa yang diajarkan kekasih-Mu,  Nabi Muhammad “Yaa Allah, kami memuji-Mu sebanyak pujian-Mu atas-Mu”

Yaa Allah, jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang taat kepada-Mu dan pandai bersyukur atas anugerah-Mu…amiinn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s