Cuplikan Sejarah Singkat Kehidupan Rasulullah (part 1)

Dari Kelahiran sampai Awal Kenabian

Ketika dua bulan di dalam kandungan

Wafatnya ayahanda beliau, Abdullah bin Abdul Muthallib

nol tahun (Rabiul Awwal)

Kelahiran Muhammad

Aminah melahirkan seorang anak bernama Muhammad. Nabi Muhammad kecil disusui oleh Halimah as-Sa’diyah dari keluarga Bani sa’d yang tinggal di daerah pegunungan. Setelah menjadi ibu susu Muhammad kecil, kehidupan keluarga ini mendapatkan banyak keberkahan.

Umur 5 tahun

Pada fase ini terjadi peristiwa pembelahan dada Muhammad kecil. Ketika Muhammad masih tinggal di kediaman Bani Sa’d

Umur 6 tahun

Ibunya, Aminah wafat. Ketika itu Muhammad sedang mendampingi ibunya dalam perjalanan pulang dari ziarah ke makam Abdullah. Pengasuhan berpindah kepada kakeknya, Abdul Muthallib.

Umur 8 tahun

Kakeknya, Abdul Muthallib wafat. Sekarang Muhammad diasuh oleh pamannya yang bernama Abu Thalib

Umur 12 tahun

Perjalanan Dagang ke Syam bersama pamannya

dalam perjalanan dagang ini,  kafilah Abu Thalib bertemu dengan Buhaira (seorang pendeta nasrani). Di sinilah Buhaira melihat irhas (tanda-tanda calon kenabian), yaitu awan yang selalu menaungi Muhammad dan tanda kenabian di puggung Muhammad. Terjadilah percakapan antara Buhaira dan Abu Thalib, bahwa kelak Muhammad akan menjadi orang besar dan sekaligus menjadi incaran orang-orang yahudi maupun musyrik. Setelah percakapan tersebut lantas Abu Thalib segera menyelesaikan urusan dagangnya dan kembali ke Makkah

Umur 25 tahun

Menikah dengan Khadijah

Sebelum pernikahan terjadi, Nabi sempat bekerja sebagai pegawai Khadijah. Dengan kejujuran dan kewibawaannya, Muhammad sukses memperdagangkan barang-barang Khadijah. Setelah pulang dan mendapat kabar tersebut Khadijah jatuh hati kepada Muhammad dan berniat untuk menikah dengan beliau. Saat pernikahan berlangsung, saat itu selisih umur Nabi dengan Khadijah berkisar 15 tahun  lebih tua Khadijah

Umur 35 tahun

Renovasi Ka’bah

Salah satu peristiwa menarik adalah ketika para suku dan kabilah memperebuti, siapakah yang berhak menaruh Hajar Aswad pada tempatnya. karena Muhammad dapat memberi solusi dan berhasil memadamkan api perselisihan antar suku, beliau mendapati julukan al-amin.

Umur 40 tahun

Berkhalwat ke gua Hira

Karena melihat kebobrokan akhlak masyarakat Makkah, pada fase ini Nabi berkali-kali berkhalwat untuk menjauhkan diri dari dunia dan mendekatkan diri kepada Allah. Sampai akhirnya setulah berulah kali memisahkan diri dan berkontemplasi ke gua hira. beliau mendapatkan wahyu sebagai tanda awal kenabiannya.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s