Cuplikan Sejarah Singkat Kehidupan Rasulullah (part 6)

Dari Perang Khaibar sampai Ajakan Rasulullah Terhadap Raja-raja di Semenanjung Arab

Tahun 7 Hijriyah (Muharram)

Peperangan Khaibar

Berbeda dengan perang-perang sebelumnya yang bersifat defensive. Perang ini adalah yang pertama dilakukan Nabi tanpa adanya serangan pihak musuh terlebih dahulu. Tujuan perang ini adalah agar orang yahudi bersedia masuk ke dalam Islam dan juga untuk menyerang kaum yahudi yang sering kali membangkang, dengki kepada Islam, dan keras kepala dalam menerima kebenaran.

Satu-persatu dari benteng mereka jatuh ke tangan Muslimin, kecuali dua benteng yaitu al-Wathih dan al-Sulalim. Di bawah kepemimpinan Abu Bakar, umat Muslim belum berhasil mengalahkan keseluruhan Khaibar. Juga di bawah komando Umar umat Muslim belm dapat meraih panji kemenangan. Akhirnya Rasulullah mengutus Ali sebagai jendral pasukan dan akhirnya dengan keberanian dan kepiaawaiannya, Ali berhasil menaklukan Khaibar. Di bawah kepemimpinannya, pasukan Muslim berhasil menang telak melawan pihak musuh.

Ketika Nabi menerima tawanan, terdapat salah satu perempuan dalam tawanan ini yaitu Shafiyah binti huyay-beliau masih keturuan Nabi Harun- yang kelak dipersunting sebagai istri Nabi.

Di sini juga awal kali dinyatakannya keharaman riba fadhli dan hukum musaqah (akad kerja sama dengan cara tanah si dan pohon pemilik digarapi oleh satu pihak.

Di sini pula Nabi disuguhi paha depan daging domba yang telah dilumuri racun oleh Zainab binti Harits, namun karena perlindungan Allah, Nabi lantas melepehkan daging tersebut sebelum sempat tertelan, seraya berkata. “Daging ini memberitahuku bahwa ia sudah dibubuhi racun”. Namun sahabatnya yang bernama Basyar ibn Barra tewas karena menelan daging racun tersebut.

Rasulullah memanggil Zainab dan bertanya mengapa ia melakukan itu. Lantas Zainab menjawab, “Aku mendengar dari kaumku segala hal tentang dirimu. Maka, kukatakan kepada mereka bahwa jika engkau memang seorang raja, engkau pasti mati. Akan tetapi, jika engkau benar seorang nabi, engkau pasti akan diberi tahu. Dalam hal ini ulama berbeda pendapat apakah Zainab dijatuhi hukum Qishas atau tidak, dalam shahih Muslim dinyatakan ia tidak diqishas.

Kehadiran Ja’far bin Abi Thalib

Sesaat setelah tiba di Madinah, keluarga Muslim, khusunya Nabi Muhammad mendapatkn satu hal yang menyenangkan lagi. Ternyata Ja’far bin Abi Thalib juga sampai ke Madinah dari Ethiopia dan begitu girangnya Nabi sampai-sampai memeluk dan menciumi Ja’far, sepupunya itu. Lalu Rasulllah berkata, “Sungguh, aku tidak tahu harus bergembira karena apa; apakah karena Khaibar berhasil ditaklukan ataukah karena kedatangan Ja’far.”

Ekspedisi Militer dan Surat Rasulullah Kepada raja-raja

inilah utusan-utusan Rasul yang dikirim :

Utusan pertama, Amr bin Umayah Adh-Dhamiri, ia diutus menemui raja Negus. Di sini raja Negus yang dimaksud bukanlah raja Negus yang ditemui dulu ketika hijrah pertama kali ke Ethiopia, karena raja Negus terdahulu telah masuk Islam semenjak mendengar penjelasan Ja’far bin Abi Thalib.

Utusan kedua, Dihyah bin Khalifah, ia diutus untuk menemui Raja Heraklius, seorang penguasa kerajaan Romawi.

Dalam thabaqat Ibnu Saad diceritakan, ketika Raja Romawi ini membaca pesan yang disampaikan Rasulullah, dia langsung mengerti bahwa Nabi yang mengirimkan pesan tersebut benar-benar utusan Allah karena Raja ini pun mengerti ajarannya layaknya para ahlul kitab. Namun ketika dia ingin menyampaikan kebenaran berita ini, serentak  para petinggi dan orang-orang yang berada di kerajaannya mengangkat salib sebagai tanda penolakan. Karena dilatarbelakangi oleh ketakutan akan keselamatan jiwanya dan tahtanya maka Heraklius urung untuk melanjutkan niat awalnya. disini terlihat jelas praktik paganisme dan fanatik sempit yang telah mengelilingi orang-orang Romawi

Utusan ketiga ialah Abdullah bin Hudzafah Al-Sahmi, beliau diberangkatkan untuk menuju Kisra, raja Persia.

Setelah menerima surat dari Abdullah, Kisra langsung menolaknya dengan menyobek-nyobek surat tersebut, Rasulullah SAW  yang mendengar berita perobekan surat-ajakan menerima Islam- itu bersabda, “Semoga Allah merobekkan kerajaannya”.

Lantas Kisra mengirimkan dua utusannya untuk menghadap kepada Nabi, tiba-tiba Nabi memberitahukan utusannya itu untuk menghadap beliau keesokan harinya. Setelah mereka menemui Rasul esoknya, Rasul dengan pemberitaan wahyu dari Allah bersabda, “Katakan kepada pemimpin kalian (Badzan) bahwa Tuhanku telah membunuh Kisra malam ini, setelah beberapa saat berlalu.”. kedua utusan itu lantas menemui Bazan dan memberitahukan hal yang diberitakan Rasulullah SAW, mengetahui berita tersebut diketahui Rasulullah seketika itu juga Badzan langsung masuk Islam bersama anak buahnya di Yaman.

Utusan keemapat adalah, Harits bin Umair al-Azdi yang diperintahkan untuk menghadap gubernur Bashra yang berada di bawak kekuatan Romawi yang dipimpim oleh Syurhabil bin Amr Al-Gasshani. Namun ironisnya alih-alih menerima ajaran Nabi malah utusan Rasulullah SAW itu dibunuh.

Pembunuhan utusan merupakan tindakan pelanggaran hukum mengenai utusan sehingga kelak Nabi Muhammad mengirimkan bala tentaranya untuk memerangi Basra, itulah yang dikenal dengan perang Mu’tah.

Pada fase-fase ini juga umat Islam kedatangan angin segar, yitu Islamnya dua ‘jantung’ quraisy, Khalid bin Walid dan Amr bin Ash.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s