Cuplikan Sejarah Singkat Kehidupan Rasulullah (part 7)

Dari Umrah al-Qadha sampai dengan Fathu Makkah

Tahun 7 Hijriyah (Dzulqaidah)

Umrah al-Qadha (Umrah Pengganti)

Karena sesuai dalam perjanjian Hudaibiyah, bahwa Rasulullah beserta pengikutnya baru boleh memasuki wilayah Makkah pada tahun berikutnya. Maka dilakukanlah Umrah pengganti ini pada tahun 7 Hijriyah. Pada perjalanan kali ini yang ikut bersama Nabi berjumlah dua ribu orang. Mereka semua adalah yang menghadiri perjanjian Hudaibiyah dan Baiat ar-Ridwan, kecuali mereka yang telah wafat di perang Khaibar.

Karena diduga oleh Quraisy bahwa Nabi Muhammad dan umat Muslim sedang mengalami kesusahan maka Nabi Muhammad melakukan dan memerintahkan lari-lari kecil pada dua putaran thawaf agar tidak lagi dianggap sedang kesusahan dan akhirnya hal yang dilakukan Raulullah itu menjadi sunnah ketika melakukan thawaf.

Setelah melakukan umrah qadha, Rasulullah menikah dengan Maimunah binti Harits. Juga, umrah Qadha ini dijadikan Allah sebagai pendahuluannya umat Muslim dalam penaklukan Makkah (Fathu Makkah)

Tahun 8 Hijriyah

Perang Mu’tah (Jumadil Ula)

Perang dipicu oleh terbunuhnya Harits bin Umair al-Azdi, utusan yang dikirim Rasul kepada raja Bashra. Karena pembunuhan seorang utusan merupakan tindakan keji maka Rasulullah mengirimkan pasukannya untuk membalaskan kematian Harits bin Umair.

Dalam perang ini pasukan Muslim yang berjumlah tiga ribu pasukan harus menghadapi pasukan gabungan Romawi yang mencapai dua ratus ribu prajurit

Pasukan perang dipimpin oleh Zaid bin Haritsah. Lalu ia tewas terbunuh. Setelah itu kendali kepemimpinan dipegang oleh Ja’far bin Abu Thalib. Dengan keberaniannya ia menggemupur habis-habisan pasukan musuh hingga pada akhirnya ia pun mati syahid. Setelah itu, bendera pasukan Muslim dipegang oleh Abdullah bin Rawahah. Lantas ia pun syahid.

Karena belum ada penunjukan sebelumnya tentang siapa yang akan menggantikan Abdullah bin Rawahah maka sisa pasukan Muslim sepakat untuk menunjuk Khalid bin Walid sebagai pengganti Abdullah bin Rawahah.

Ketika di detik-detik terakhir panji dipegang oleh Khalid bin Walid dan dengan kecerdasannnya menyusun strategi, dia berhasil membuat lari pasukan musuh walaupun musuh dalam jumlah yang sangat besar.

Di sini pengangkatan Khalid sebagai pemimpin perang adalah merupakan ijtihad para sahabat jadi ini merupakan dalil yang membolehkan ijtihad walaupun ketika itu Nabi masih hidup.

Peristiwa Fathu Makkah (Ramadhan)

Kejadian ini dipicu oleh sekelompok Bani Bakr yang bersekutu dengan para pembesar Quraisy untuk memerangi Bani Khuza’ah, di mana Bani Khuza’ah berada di bawah perlindungan Muslim, dengan ini maka Quraisy telah melanggar salah satu isi perjanjian Hudaibiyah. Setelah mengetahui hal busuk tersebut maka Rasulullah menyiapkan peperangan secara diam-diam.

Namun, karena kasih sayangnya terhadap keluarganya di Makkah, Hatib bin Abu Balta’ah melakukan pemberitaan rahasia untuk keluarganya bahwa Raululllah akan menaklukan Makkah, namun makar itu diketahui Nabi Muhammad lewat pemberitaan wahyu. Lalu Nabi memerintahkan Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk mencari wanita yang membawa informasi rahasia tersebut. Singkat cerita wanita ini berhasil digagalkan rencananya.

Dalam ekspedisi ini Rasul menitipkan Madinah kepada Kultsum bin Husain. Dalam fathu Makkah pula, Pembesar Qurasiy, seperti Abu Sufyan, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Abbas bin Abdul Muthalib masuk Islam.

Pada saat Fathu Makkah Rasulullahi tidak melakukan penyerangan kecuali pihak Quraisy menyerang lebih dulu. Juga beliau mengumumkan bahwa siapa yang mengunci rapat pintu rumahnya, memasuki masjid, atau memasuki rumah Abu Sufyan, maka dijamin keselamatannya. Selain itu terdapat pengecualian pada enam laki-laki dan empat perempuan yang wajib dibunuh jika ditemukan walaupun pada saat itu mereka semua berada pada tabir lindungan Ka’bah. Kebijakan itu diambil karena kesepuluh orang tersebut merupakan orng-orang yang paling gencar dan keras dalam memusuhi Islam.

ketika Makkah ditaklukan maka para penuduknya berbondong-bondong untuk memeluk Islam. Walaupun motif mereka dalam memeluk Islam berbeda-beda. Ada yang karena tersadar akan kebenaran Islam, ada pula yang diakibatkan oleh perasaan pasrah dan takut dibunuh jika tidak masuk kepada agama Islam.

Mulai saat ini Makkah ditetapkan sebagai tanah yang diharamkan untuk berperang, dilarang untuk berburu, larangan memetik dan memotong tanaman, dan larangan bagi Non-Muslim untuk menetap di Makkah

Rasulullah telah memercayakan Utsman bin Thalhaal sebagai pemegang kunci Ka’bah dan akan dilanjutkan oleh para keturunannya sampai hari kiamat

Dalam peristiwa ini dapat dengan jelas dilihat bahwa Makkah ditaklukan dengan cara damai. Pada Fathu Makkah Nabi tidak mengambik ghanimah (harta rampasan perang) karena Makkah adalah “tanah wakaf” yang dianugrahkan Allah kepada alam semesta. Setelah peristiwa bersejarah ini, kedudukan agama Islam sudah mengambil alih agama-agama pagan, juga ini merupakan awalan untuk merobohkan dua imperium besar ketika itu, yaitu Romawi dan Persia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s