Cuplikan Sejarah Singkat Kehidupan Rasulullah (the end)

Dari Haji Wada Sampai pada Wafatnya Baginda Rasulullah SAW

Tahun 10 Hijriyah

Haji Wada (Dzulhijjah)

Inilah haji pertama dan terakhir yang dilakukan Rasul. Orang-orang yang mengetahui bahwa Rasulullah akan mengerjakan ibadah haji segera berkumpul di Madinah untuk ikut serta bersama Rasulullah. Sekitar seratus ribu umat Muslim melaksanakan haji bersama Rasulullah SAW.

Di sini juga Nabi mengajari tata cara Haji beserta sunnahnya yang disyariatkan agama. Pada kali ini juga mula-mula ibadah haji diwajibkan kepada umat Muslim. Pada hari Arafah, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah di hadapan para sahabat yang berkumpul di sekelilingnya. Dalam kesempatan itu beliau bersabda, “Hai manusia, dengarkanlah apa yang akan kusampaikan, karena bisa jadi aku tidak bertemu lagi dengan kalian di tempat ini setelah tahun ini, selamanya…”

Inilah poin-poin penting dari khutbah Nabi pada Haji Wada :

Haramnya darah dan harta seorang Muslim untuk diganggu dan dizalimi.

Segala perkara jahiliyah adalah hina seperti pertumpahan darah, zina, riba dll. Itu semua merupakan perbuatan dosa yang harus dijauhi.

Adanya penetapan waktu berdasarkan bulan-bulan, karena pada waktu jahiliyah ibadah haji bisa dilakukan pada bulan Dzulhijjah dan Muharram bahkan dapat juga dilakukan pada seluruh bulan

Setiap Muslim harus berbuat baik kepada wanita dan memperlakukan mereka dengan penuh ketakwaan kepada Allah.

Nabi menganjurkan umatnya untuk kembali pada dua sumber ketika menghadapi persoalan hidup yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulallah SAW.

Penjelasan dasar-dasar yang harus menghubungkan pemerintah dengan masyarakat dan warganya

Pada bagian penutup Rasulullah merasa telah melepaskan tanggung jawab dakwah dan menyebarkan agama Islam lalu beliau meminta umatnya untuk bersaksi atas apa yang amanah yang telah Nabi Muhammad tunaikan.

pada Haji Wada ini turunlah wahyu “Hari ini telah Kusempurnakan agamamu, telak Kucupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagimu” (QS Al-Maidah ayat 3)

walaupun dalam kondisi yang begitu membahagiakan, Abu Bakar melihat jelas makna tersirat dari ucapan dan tindakan Rasulullah, yaitu tujuan yang diidam-idamkan sudah tercapai dan tugas Nabi sudah mendekati akhirnya. Ia sangat mengerti bahwa tidak lama lagi manusia yang paling agung, Rasulullah akan berpulang kehadirat Allah. Dalam Haji Wada, terlihat jelas keberhasilan perjuangan Rasulullah selama dua puluh dua tahun lebih. Sekarang, hampir seluruh bagian semenanjung Arab telah dikuasai Islam, hampir semua penduduknya sudah memeluk Islam.

Tahun 11 Hijriyah

Pengutusan Usamah bin Zaid ke Balkan

ketika Rasul tiba di madinah setelah melaksanakan haji Nabi memerintahkan Usamah bin Zaid untuk menyerang dan mengamankan perbatasan dari serangan Romawi. Namun, karena Usamah bin Zaid masih sangat muda maka kalangan munafiq banyak yang menolaknya juga beberapa dari sahabat Nabi meragukan akan kemampuannya. Mendengar ketidaksetujuan itu, Rasulullah menegaskan bahwa Usamah memang layak memimpin pasukan perang seperti ketika ayahnya, Zaid bin Haritsah memimpin pasukan dalam perang Mu’tah.

Rasulullah Jatuh Sakit

Pada saat yang sama setelah beliau menugaskan Usamah memimpin pasukan, sakit Rasullah semakin parah. Sekembalinya beliau dari Baqi-setelah mendoakan para penduduk Baqi-Rasul mengadukan sakit kepalanya kepada Aisyah dan beliau dirawat di rumah Aisyah.

Panas yang dialami Rasulullah semakin meningkat, hingga beliau minta dituangkan air ke kepalanya. Setelah dituangkan air sebanyak tujuh qirbat dan merasakan sedikit nayaman, Rasulullah pergi menemui orang-orang di luar. Namun setelah pulang ke rumahnya rasa sakit Nabi semakin hebat sehingga beliau tidak mampu untuk mengimami shalat berjamaah. Lalu, Abu Bakar menggantikan Nabi sebagai imam shalat dan Nabi berada di sampinya, shalat sambil duduk.

Rasulullah wafat (12 Rabiul Awwal)

Keadaan Nabi sudah sangat lemah sehingga beliau tidak bisa lagi keluar rumah. Namun kasih sayang dan kerinduan Rasulullah membuatnya ingin melihat para sahabatnya yang begitu ia cintai. Ketika Shalat Shubuh tiba-tiba tirai dari jendela Aisyah terbuka dan di situ para sahabat melihat Nabi yang mengarahkan pandangannya ke arah mereka sampai-sampai mereka bubar dalam melaksanakan shalat karena senangnya namun ternyata itulah isyarat terakhir Rasulullah kepada para sahabatnya sebelum beliau wafat.

Rasulullah sakratul maut dengan bersandar di dada Aisyah sambil dibacakan ayat-ayat Quran oleh Aisyah agar hati Rasul menjadi lebih tenang. Melihat sang ayah seperti itu, Fatimah ra berkata, “Betapa sakitnya ayahku.” Nabi bersabda, “Ayahmu tidak akan merasakan sakit lagi setelah ini.”

Aisyah ra. Mengungkapkan, “Sesungguhnya Allah mengumpulkan antara keringat ku dengan keringat Rasulullah saat meninggal. Abdurrahman masuk dengan membawa siwak, sementara aku menyandarkan rasulullah, aku melihat beliau memandang kepadanya. Dari situ aku mengetahui beliau menyukai siwak. Aku berkata, “Nanti aku ambilkan untukmu”. Rasulullah memberi isyarat setuju. Aku menyerahkan siwak itu kepada beliau namun kelihatannya masih agak keras. Maka, kukatakan kepadanya, ‘Aku lunakkan untukmu’ Rasulullah memberikan isyarat setuju. Aku pun melunakkannya, lalu beliau menggunakannya. Di hadapan beliau terdapat bejana yang berisikan air, maka beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu membasuh mukanya seraya bersabda, ‘Tiada Tuhan selain Allah, sesungguhnya kematian itu memiliki beberapa sekarat.’ Setelah itu beliau menancapkan tangannya dan bersabda, ‘Di tempat yang tertinggi’ akhirnya ruh beliau melayang, tanganya lunglai. Rasulullah SAW, Nabi agung, dan manusia paling mulia telah pulang ke rahmatullah.

 

Tulisan ini diringkas dari buka ‘Fiqih Shirah’ karya M. Said Ramadhan al-Buthy. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s