Kematian

Ia merupakan pelepasan manusia dari tugas-tugas kehidupan,  pembebasan dari beban-beban sulit, dan kemerdekaan manusia dari segala faktor melelahkan di dunia. Dia bukanlah perpisahan yang terakhir melainkakan titik tolak kehidupan baru, ia tidak juga disebut kebinasaan karena darinya segala yang lebih baik dimulai.

Kabar baik bagi mereka yang mati karena ia telah meninggalkan dunia yang fana menuju alam yang lebih kekal. Ia telah terlepas dari segala pengabdian dan problema ujian di dunia. ia pergi dari alam sandiwara ke pentas realitas yang hakiki. Ia bergerak dari kebahagiaan semu kepada kebahagaiaan paripurna dan ia berpisah dengan makhluk di bumi untuk menjumpai sang Khalik Yang Maha Pengasih

Seorang ditanya apakah ia takut akan kematian, lalu ia bertanya balik, “Ke manakah aku setelah mati?”. Dijawab oleh si penanya, “engkau akan kembali kehadirat Tuhanmu”. Lalu orang tersebut dengan nada tenang menjawab, “Tuhanku Maha Baik dan Maha Adil, jika kematian mengantarku ke sisi-Nya jelas aku lebih senang mati ketimbang hidup.”

Jika di dunia seseorang mendapatkan keindahan, ketahuilah itu hanya keindahan samar-samar yang didapatkan. Keindahan itu ibarat refleksi dari keindahan abadi yang dipantulkan oleh cermin dunia. hanya dengan kematianlah seseorang akan mendapatkan keindahan abadi, nyata, dan sempurna.

Ketika ruh telah diangkat dan jasad meninggalkan dunia yang luas menuju liang kubur yang sempit. Janganlah berputus asa, tidak perlu cemas karena apa yang menjadi hak seseorang masih tetap terjaga. Semua amal perbuatan kita selalu dicatat dan segala jasa yang kita  sumbangkan selalu direkam. Yang Maha Agung dan Maha Adil telah memanggil kita untuk memberikan hadiah pahala atas segala pengabdian kita. Pekerjaan telah berakhir dan masa kesibukan telah usai, kini saatnya seseorang menuju dunia Rahmat dan kenyamanan. Kerja keras selama di dunia lewat pintu kematianlah upah akan dibayar.

Kematian bukanlah ketiadaan atau hilangnya eksistensi, ia malah kebalikan dari itu semua. Kematian ibarat benih atau biji yang ditanam, walapun biji tersebut tampak membusuk di dalam tanah, tetapi sebenarnya inti di dalamnya menjalani proses kimiawi yang sempurna dan terus menerus tumbuh sehingga munculah pepohonan yang baru dan gagah. Ini menunjukkan bahwa kematian biji adalah awal kehidupan pohon. Begitupun kematian manusia, walaupun dengannya jasad kelihatan tidak lagi berguna tetapi itu merupakan awal dari kehidupan yang lebih kokoh, indah, dan terpuji.

Ketika Kekasih Allah, Nabi Ibrahim ingin dicabut nyawanya, ia berkata kepada malaikat maut, “Akankah  seorang kekasih mencabut nyawa kekasihnya?”. Malaikat mendapat ilham dari Allah guna menjawab pertanyaan Nabi Ibrahim dan berkata, “Akankah seorang kekasih tidak ingin berjumpa dengan kekasihnya?”. Mendengar jawaban tersebut akhirnya Nabi Ibrahim ridha dan bersedia dicabut nyawanya.

Wahai manusia, tidak perlu ada yang dikhawatirkan dengan mati. Apakah engkau tahu ke mana kita akan pergi?. Ke mana kita akan digerakkan?. Kita sedang menuju ke tingkat Rahmat, bertemu dengan Yang Maha Indah. Jika seribu tahun kehidupan di bumi tidaklah sebanding dengan hidup satu jam di surga, maka seribu tahun di surga pun tidak sebanding dengan satu jam pertemuan dengan Allah.

Yang Maha Bijak sangat mengetahui kesusahan hambanya di dunia maka dengan matilah segala penderitaannya akan sirna. Yang Maha Mengetahui tahu betul keluh kesah yang meliputi ciptaannya maka yang dapat membahagiakannya hanyalah kematian. Yang Maha Pemurah melihat seorang tua yang sudah ditinggal lebih dahulu oleh kerabat dan karibnya, ia hidup dengan kesendirian dengan perasaan rindu untuk bertemu karib kerabatnya, ia akan sengsara bila hidupnya terus berlanjut  maka dengan kematianlah ia dapat dipertemukan kembali dengan sembilan puluh sembilan persen karib kerabatnya dahulu dan mengobati rasa rindunya kepada mereka.

Hadapilah mati dengan tenang, optimis, dan rasa rindu, karena ia bagaikan menetasnya telur anak ayam yang berarti habislah masa di dalam cangkang dan menuju ke kehidupan yang lebih baik dan mendetail. Kematian manusia merupakan keluarnya ia dari cangkang dunia ke gerbang penghantar kehidupan barunya, dari yang fatamorgana kepada yang aslinya, dari yang banyak kekurangnnya kepada yang lebih sempurna.

Percayalah , kematian bukanlah kepunahan, kemusnahan, kenihilan, kegelapan, pembusukan, dan peleburan, namun itu hanyalah perpindahan tempat tinggal. Perubahan kondisi dari yang serba kebergantungan kepada kebebasan yang lebih indah. Bukan perpindahan kepada dunia yang gelap tetapi kepada dunia Cahaya-Nya. Kita kembali kepada sang pemilik sebenarnya, kepangkuan Raja Yang Maha Hidup.

Dengannya kita diantar dari dimensi yang relatif dan membosankan kepada alam yang lebih nyata dan menyenangkan.  Dengan kematian kita dikirim kepada kebahagiaan yang tiada akhir, ke rumah kita yang sejati. Kematian adalah portal yang menghubungkan dunia antara, di mana kita dapat berjumpa dan  bergabung dengan teman-teman, kerabat, dan saudara kita tercinta. Dengan demikian, masuklah ke liang kubur bukan dengan air mata tetapi dengan senyuman.

Yaa Allah, matikan kami dalam keadaan Iman, Islam, dan khusnul khatimah. aminn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s