Sepercik Kasih Sayang dari Samudra Kebaikan Allah

“Jika mereka mendustakan-Ku (wahai Muhammad), ‘Tuhan kalian memliki kasih sayang yang luas’” (QS. al-AN’am ayat 147)

Berysukurlah kita mempunyai Tuhan yang Maha Baik, Maha Pemurah, dan Maha Pengampun. Kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya benar-benar tanpa batas, pengampunan-Nya tiada akhir, dan kemurahan-Nya tiada terhingga. Sedikit akan saya paparkan beberapa bukti kasih dan sayang Allah kepada kita yang bersumber dari riwayat-riwayat yang shahih.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT memanggil Nabi Daud, “Wahai Daud, seandainya mereka yang membelakangi-Ku itu mengetahui rindu dan cinta-Ku pada mereka, serta mengetahui betapa Aku ingin agar mereka kembali, niscaya mereka segera merindukan-Ku. Wahai Daud ini adalah keinginan-Ku terhadap mereka yang membelakangi-Ku. Apalagi cinta-Ku terhadap mereka yang menghampiri-Ku”

Lihatlah betapa Maha pengampunnya Allah, Nabi saw bersabda, “Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar bisa bertaubat orang yang berdosa pada siang hari. Dia juga membentangkan tangan-Nya di siang hari agar dapat bertaubat yang berdosa pada malam hari. Hal ini berlaku hingga matahari terbit dari tempat terbenamnya. (HR. Muslim no 6291)

Inilah perbandingan kasih sayang-Nya dengan kemurkaan-Nya, Nabi saw bersabda, “Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menetapkan dalam kitab-Nya yang berada di sisi-Nya di atas arasy, ‘Kasih sayang-Ku mengalahkan murka-Ku” (HR. Bukhari no 3194) dalam riwayat lain “Kasih sayang-Ku mendahului murka-Ku) (HR. Turmudzi no 3543)

Rasulullah saw melihat seorang ibu sedang menggendong anaknya. Beliau bertanya, “Menurut kalian mungkinkah wanita itu melemparkan anaknya ke dalam api?” mereka menjawab, “Tidak mungkin.” Nabi berkata, Nah, Allah lebih pengasih kepada hamba-Nya ketimbang wanita itu kepada anaknya,” (HR Bukhari no 5999)

Ternyata rahmat Tuhan yang kita rasakan baru satu banding seratus dari seluruh rahmat-Nya,  Nabi saw bersabda, “Allah menciptakan kasih sayang (rahmat) di saat diciptakan sebanyak seratus bagian. Dia menahan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan bagian. Kemudian Dia turunkan ke bumi satu kasih sayang yang dengan itu para makhluk saling mengasihi. Sampai-sampai binatang melata mengangkat kakinya dari anaknya karena khawatir terinjak

Renungi pula kisah berikut. Seorang lelaki tua mendatangi Ibrahim as. Lalu Ibrahim mengajaknya makan. Beliau membakar api untuk memasak makanan. Tiba-tiba orang tua tadi datang dan bersujud di hadapan api. Maka, Ibrahim marah dan mengatakan kepadanya, “Bangun! Engkau penyembah api?!” orang itu pun bangun lalu keluar. Lalu Allah mengutus Jibril kepada Ibrahim, “Wahai Ibrahim, engkau tidak sabar menghadapinya walaupun baru sebentar. Sementara Aku sabar menghadapinya selama enam puluh tahun.” Mendengar itu, Ibrahim berlari menyusul orang tua tadi dan berkata, “mari kita makan!” orang tua itu bertanya, “Mengapa?” Ibrahim menjawab, “Tuhan telah menegur perbuatanku pada dirimu,” orang itu pun berkata, “Sungguh Tuhan Yang Maha Pengasih, Yang layak disembah,” Ahkirnya ia beriman kepada Allah .

Wujus kasih sayang yang terakhir adalah hari kiamat. Saat itu para penduduk surga masuk ke surga dan penduduk neraka masuk ke neraka. Namun, masih ada sekelompok orang yang pernah berbuat dosa dari kaum muslim yang belum dibersihkan. Maka, Nabi saw berdiri memintakan syafaat kepada mereka dengan menyeru, “Wahai Tuhan, selamatkan orang yang berbuat dosa dari umatku.” Allah Swt berkata, “Pergilah wahai Muhammad. Keluarkan mereka dari api neraka.” Dia memberikan batasan kepada beliau dan memberikan jumlahnya. Maka, Nabi pergi mengeluarkan mereka dari neraka guna dimasukkan ke surga. Setalah itu beliau kembali lagi. Tetapi masih ada orang yang berbuat dosa dari kaum muslim  yang bertempat di neraka. Lalu Nabi meminta lagi seperti sebelumnya. Hal itu dilakukan berkali-kali. Setelah itu para malaikat memberikan syafaat, juga kaum Muslim. Nemun tetap masih ada sebagian yang di neraka. Selanjutnya Allah Swt  berkata, “Para Nabi, para rasul, para malaiakat, kaum mukminin, dan kekasih-Ku Muhammad telah memberikan syafatat. Kalau begitu layakkah Aku tidak membrikan syafaat?!” maka Allah menuangkan kasih sayang-Nya. Dia meletakkan “tangan”-Nya di neraka jahannam lalu mengeluarkan darinya siapa saja yang di hatinya terdapat seberat biji atom dari kalimat la ilaha illa Allah Muhammad Rasul Allah (Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah). Merekapun keluar dengan kondisi sudah hitam. Lalu Allah mencelup mereka di sebuah sungai yang bernama “sungai kehidupan”. Nabi saw bersabda dalam hadits yang diriwiyatkan oleh Bukhari, “Wujud kasih sayang Tuhan yang terakhir adalah masuknya hamba ke dalam surga.”  (HR Bukhari no 4581)

Subhanallah, itulah wujud cinta Allah kepada kita. Sekarang, masihkah hati belum tergerak untuk meningkatkan beribadah kepada-Nya, masihkah kita tidak berniat untuk membenahi diri agar menjauh dari bermaksiat kepada-Nya, masihkah kita enggan bertaubat kepada-Nya??

Yaa Allah, tiada daya kami mendapatkan kebaikan dan upaya kami menolak keburukan kecuali dengan pertolongan-Mu. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, sebagai pewarta kebenaran agama-Mu. Aminn 

 

 

One thought on “Sepercik Kasih Sayang dari Samudra Kebaikan Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s