Zaman yang Tidak Lagi Ramah

Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Allah karena Dia menempatkan kita di era kemajuan teknologi. Kondisi yang bisa dibilang serba memudahkan kita dalam banyak urusan, baik itu akses informasi, transportasi, komunikasi, dll. tidak hanya dalam urusan duniawi, sekarang sarana ibadahpun menjadi sangat mudah kita peroleh; al-Quran, kitab hadits, sejarah Islam, masalah fiqih sampai tafsir sekarang kita dapat membaca dan mempelajarinya tanpa perlu bersusah-payah sepeti di zaman kakek-kakek kita dahulu. Terlepas dari dampak negatif dari teknologi, aspek positifnya yang demikian banyak bwajib kita syukuri.

Namun, secara ironis kita juga hidup di masa kebobrokan akhlak, kejernihan nurani hampir punah, dan zaman ketika kasih sayang terkalahkan dengan nafsu syaitan. Entah karena kurangnya pengetahuan agama, tergerusnya iman, atau matinya nilai-nilai kebaikan pada diri individu yang menyebabkan ini semua, kita seperti kembali di zaman jahiliyah ketika Nabi belum dilahirkan. Jika kita sempatkan untuk menonton berita, maka akan kita saksikan saat ini, di negri kita sendiri banyak sekali kasus-kasus yang menandakan telah hancurnya tatanan moral manusiawi. Anak membunuh ibunya, orang tua membunuh bayinya, guru memerkosa muridnya, istri memutilasi suaminya, pembantaian oleh teman sendiri…yah bahkan, binatang buas sekalipun merasa jijik dengan perlakuan demikian. Terlalu banyak jika disebutkan satu persatu. Itu bagi mereka yang mempunyai hubungan akrab, belum lagi kisah pembegalan, pemerkosaan, pembunuhan, dan teror yang korbannya adalah orang lain, anda bisa perkirakan sendiri betapa besar angkanya.

Kurangnya perhatian orang tua, belum efektifnya pendidikan guru dan ulama, salahnya pergaulan, lingkungan yang suram dan kebodohan diri sendiri karena menuruti hawa nafsu telah menyebabkan itu semua. Jika dahulu pencuri itu hanya bertujuan mencuri, dia akan puas jika telah mendapatkan barang curiannya. Sekarang pencuri melebarkan sayapnya, melakukan tiga kekejian sekaligus yaitu mencuri memekosa, dan membunuh. Dulu sepertinya saya jarang sekali bahkan tidak pernah mendengar kasus anak membunuh orang tuanya atau guru melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya, sekarang berita seperti itu sangat mudah ditemukan. Apakah orang yang menghilangkan nyawa manusia yang telah melahirkan, merawat, dan membesarkannya pantas disebut manusia berakal dan berhati. Guru macam apa yang tega melakukan hal hina seperti itu, guru yang seharusnya bertanggung jawab dalam mendidik malah menjadi penyebab hancurnya masa depan seseorang. Yah, bisa dibilang saat ini sebagian manusia sedang berevolusi menjadi monster yang mengerikan. Naudzubilah!

Walaupun tidak sampai seperti gambaran di atas, memang dekadensi akhlak sepertinya telah menyebar segala luas dalam kehidupan masyarakat. Sebagian contoh kecil bisa kita lihat jika sedang berada di jalan raya. Kesalahan sedikit saja dalam berkendara bisa menyulut emosi pengendara yang lain, karena sedikit saja menghalangi jalan anda bisa kena teriakan atau klakson yang tdak nyantai dari pengendara lain. Penerobosan lampu merah, perkelahian antar supir, sampai menyerobot hak pejalan kaki demi bebas dari macet adalah pandangan wajar sekarang ini. Inikah akhlak terpuji? Saya kira, manula yang tidak berpendidikan juga bisa menjawabnya.

Teman-teman yang saya cintai, yuk mari kita sama-sama meminimalisir ketidakberesan ini. Panutan kita, Rasulullah saw mengajarkan agar kita saling berbela rasa dan saling sayang menyayangi. Kita sebagai muslim yang baik marilah berusaha mencontohkan yang baik pula, jadilah anak yang berbakti, jadilah guru yang bertanggung jawab, jadilah teman yang baik, dan jika menjadi orang tua kelak berusahalah menjadi orang tua yang perhatian. Jika adab telah hampir sirna maka jangan jadikan adab itu punah karena kita tidak mau melestarikannya. Kaidah emas “jangan lakukan terhadap orang lain apa yang kau tidak inginkan orang lain perlakukan kepada mu” harus menjadi sifat kita. Mau bagaimanapun hancurnya akhlak orang-orang, kita harus tetap menumbuhkan semangat saling mengasihi dan berempati. Semoga itu menjadikan kita bersinar dari yang lain, layaknya berlian diantara potongan kaca.

Jika perbaikan dalam diri sudah kita lakukan maka ada satu lagi yang mesti kita perbuat. Seperti halnya, berkendara dengan aman belum tentu menjamin keselamatan kita, karena keselamatan kita juga tergantung dari keamanan berkendaranya orang lain. Ya, akhlak yang baik tidak sepenuhnya menjaga keselamatan kita, maka itu harus ada semacam kekuatan tak kasat mata yang menjadi pelindung bagi kita, tidak lain tidak bukan itu adalah DOA!

Doa inilah yang menjadi motivasi terbesar saya dalam menulis ini. Terutama, para pembaca yang merupakan orang yang saya sayangi tentu saya tidak mau perihal buruk menimpa kita juga karena saya tahu persis kita merupakan tipe yang sering kali diharuskan pulang larut malam karena suatu urusan baik itu organisasi atau menuntut ilmu dan waktu malamlah sering kali membuka peluang bagi kejahatan.  Semoga share tentang doa menjadi bermanfaat bagi kita. Namun jangan pikir bahwa setelah membaca doa lalu para wanita menyengaja keluar malam seorang diri itu menjadi aman, bukan begitu. Secara singkat, doa sangat berkorelasi dengan kesiapan duniawi kita. Setelah dirasa cukup aman barulah kita sempurnakan dengan doa.

Beberapa doa ini saya ambil dari kitab Riyadhus Shalihin dalam bab Safar. Pada intinya dalam hadits yang lumayan panjang, diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dan Turmudzi, jika seseorang berpergian baik itu berjalan kaki ataupun berkedaraan maka bacalah, Basmallah 1x, Alhamdulillah 3x, Allahu Akbar 3x- lalu baca doa berkendara jika dalam keadaan berkendara. Setelah itu lebih bagus lagi jika ditambah dengan membaca Shalawat 3x, ayat kursi, dan surat al-Quraisy (li ila fi quraisyin…) lalu disempurnakan membaca doa yang biasa kita baca saat keluar rumah, “Bismillahi tawakkaltu ‘alallahu la haula wa la quwwata illa billah”. Membacanya semuanya hanya membutuhkan waktu 2 menit namun InsyaAllah memberikan efek perlindungan yang luar biasa. Sekiranya doa-doa ini akan menjadi tameng kita dalam menangkal segala kejahatan yang berpotensi melukai dan kita senantiasa dijaga oleh Allah di manapun kita berada.

Yaa Allah, lindungi kami, keluarga kami, guru-guru kami, teman-teman kami, dan orang yang kami sayangi dari kejahatan dan musibah. Payungilah kami dengan penjagaan para malaikat sehingga kebusukan orang-orang keji tidak menimpa terhadap kami. Aminn. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s