Sejarah Bangsa Arab (Bab 7-Al-Quran dan Fondasi Ajaran Islam)

Setahun setelah Muhammad wafat, menurut kalangan ulama mayoritas Islam, Abu Bakar, atas rekomendasi  Umar yang mengetahui bahwa kalangan penghafal quran semakin sedikit jumlahnya memerintahkan untuk mengumpulkan bagian-bagian Al-Quran yang berserakan. Di bawah pimpinan Zaid bin Tsabit, potongan-potongan ayat Al-Quran dihimpun dan dijadikan sebuah teks tunggal. Pada masa kekhalifahan Utsman (644-656) muncul berbagai gaya pembacaan (qiraah) Al-Quran yang berbeda-beda, terutama disebabkan oleh karakteristik tulisan kufi yang membingungkan. Karena itu pada 651, Utsman kembali menunjuk Zaid bin Tsabit sebagai ketua komite revisi untuk menyalin AL-Quran dalam satu ragam baca. Utsman menetapkan pembacaan Madinah sebagai model resmi serta memerintahkan untuk menghancurkan naskah lainnya. Naskah itu kemudian disempurnakan oleh dua orang pejabat Umayyah, ibn Mulah dan Ibn Isa pada 933 dengan bantuan Ibn Mujahid. Ibn Mujahid mengawali adanya tujuh corak pembacaan Al-Quran, yang berkembang karena tidak adanya huruf vokal dan tanda baca.

Penyusunan surat-surat Al-Quran bersifat mekanis, didasarkan atas penjang pendeknya surah. Surah –surah Makiyah, yang berjumlah sekitar 90 surat dan termasuk ke dalam masa perjuangan awal, kebanyakan pendek-pendek, tegas, berapi-api, bersemangat, dan sarat dengan semangat kenabian. Di dalamnya terdapat tentang ke-Esaan Tuhan, sifat-sifat-Nya, kewajiban etis manusia dan hari pembalasan menjajdi tema-tema utama surah ini. Surah-surah Madaniyah, berjumlah sebanya 24 surah (sekitar sepertiga kandungan Al-Quran) yang duturunkan pada periode kemenangan, kabanyakan panjang-panjang, luas cakupannya, dan sarat dengan muatan hukum.

Hampir semua ayat tentang sejarah dalamAl-Quran mempunyai pedanannya dalam Alkitab, kecuali beberapa kisah orang-orang Arab, seperti kaum Ad dan Tsamud, Lukman, kisah tentang Iskandar Agung, dan Ashabul Kahfi. Cerita-tentang Nabi-nabi seperti kisah tentang penciptaan dan jatuhnya Adam disebutkan lima kali dan banjir besar dan bangsa Sodom delapan kali.

Semua kisah itu dipaparkan dengan tujuan mendidik, bukan semata untuk bercerita, memberikan pelajaran moral, untuk memperlihatkan bahwa di masa lalu Tuhan selalu memberikan balasan pahala bagi orang yang baik dan memberi azab bagi yang durhaka.

Meskipun termasuk kitab suci yang paling muda yang telah menciptakan sejarah, Al-Quran merupakan kitab yang paling sering dibaca, karena selain sarana baeribadah, Al-Quran juga merupakan bacaan utama sebagai sarana bagi setiap Muslim untuk mempelajari bahasa Arab. Secara keseluruhan Al-Quran diterjemahkan ke dalam sekitar 40 bahasa. Berbagai bagian dan elemen Al-Quran telah dihitung scara cermat, meliputi jumlah kata (77.934), ayat (6.236), bahkan hurufnya (323.621).

Sejak awal kemunculannya, kitab ini dimaksudkan untuk dibaca sesuai bahasa aslinya, disertai rasa khidmat dan hormat, baik dari pembaca dan pendengarnya. Daya tarik al-Quran muncul oleh irama dan retorikanya, juga sajak dan maknanya sehingga tidak bisa dialihkan dalam bahasa manapun. Dalam Islam, al-Quran memainkan peran penting, yaitu sebagai pilar Islam dan otoritas tertinggi dari persoalan-persoalan spiritual dan etika.

Islam: Sikap Tuduk pada Kehendak Tuhan

Dari tiga agama monoteisme yang dikembangkan oleh warga Semit, Islam dengan al-Qurannya adalah yang paling mirip dan mendekati Yahudi dengan Perjanjian Lamanya, ketimbang Kristen dengan Perjanjian Barunya. Fondasi agama Islam, sebagaimana diungkapkan oleh para Teolog meliputi tiga prinsip yang berbeda, yaitu iman (keyakinan agama), ibadah (peribadatan, kewajiban agama), dan ihsan (perilaku baik), yang ketigaya mencakup makna din (Agama). Dalam Iman, konsep Tuhan menempati peringkat tertinggi. Dan kenyataannya, lebih dari 90 persen kajian teologi Islam membahas Tuhan berikut segala aspek yang terkait dengan-Nya. Disinilah pokok kekuatan Islam; pada bentuk monoteismenya yang ketat, sistem keyakinannya yang sederhana, dan hasrat yang kuat pada kekuasaan tertinggi dalam wujud yang abstrak. Para pemeluknya merasa puas dan pasrah yang tidak dimiliki agama lain. Karenanya, jarang terjadi kasus bunuh diri dalam agama Islam.

Ajaran iman kedua adalah mengakui Nabi Muhammad sebagai utusan Rasul, penghulu para Nabi, dan merupakan Nabi terbesar. Dalam teologi al-Quran, Muhammad tidak lain adalah manusia yang membawa mukjizat berupa al-Quran. Agamanya sejak semua merupakan agama praktis dan efisien. Ia tidak mungkin menawarkan gagasan yang tidak mungkin dicapai, hanya ada sedikit kerumitan dan kesulitan teologis, tidak ada pembabtisan mistik dan tidak ada hierarki kependetaan yang melibatkan proses penobatan, penasbihan, dan pewarisan ‘kenabian’.

Al-Quran merupakan firman Allah, yang berisi wahyu terakhir dan ‘tidak diciptakan’. Baik aksara maupun bahasanya, al-Quran identik dan memiliki keabadian yang sama dengan bentuk idealnya di langit. Dari semua mukjizat, al-Quran merupakan mukjizat terbesar. Keistimewaan, kehebatan, dan keagungan al-Quran ditegaskan bahwa jika manusia dan jin bergabung, mereka tidak akan mampu menghasilkan hal yang serupa dengan al-Quran.

Dalam persoalan malaikat, Islam menempatkan Jibril sebagai yang tertinggi, yang disebut juga ‘ruh kudus’, ‘ruh terpercaya’. Sebagai utusan dari wujud tertinggi, ia mirip dengan Hermes dalam mitologi Yunani.

Dalam Islam, maalah dosa menjadi salah satu pembahasan yang cukup penting. Dosa, menurut Islam, bisa bersifat moral dan seremonial. Dosa paling besar dan tidak terampunkan adalah dosa syirik, menyekutukan Tuhan yang sebenarnya dengan tuhan-tuhan lain.

Bagian al-Quran yang paling mengesankan adalah bagian yang mengungkap masalah eskatologis. Bahkan untuk masalah ini, al-Quran menyajikan atu surah utuh yang diberi nama hari kebangkitan (al-Qiyamah).  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s