Kalilah wa Dimnah-Dari Alexander Agung Sampai dengan Baidaba

Semuanya Berawal dari Alexander Agung

Ketika Alexander Agung berhasil mengalahkan penguasa daerah Barat maka ia, melanjutkan misinya untuk menaklukan daerah Timur yang dimulai dari Cina. Namun untuk memasuki Cina ia harus melalui wilayah Hindustan yang ketika itu di pimpin oleh Raja Fur.

Singkat cerita akhirnya Alexander Agung berhasil mengalahkan Raja Fur dan menempatkan orangnya untuk memimpin kerajaan Hindustan tersebut. Namun ternyata rakyat Hindustan melakukan perlawanan yang berakhir pada pemberontakan kekuasaan Alexander. Tidak sulit untuk menduduki kembali wilayahnya sendiri. Setelah berhasil mengusir orang kepercayaan Alexander maka mereka menunjuk putra Raja Fur untuk memipin kembali Hindustan, yang bernama Raja Dabsyalim.

Namun ternyata raja baru itu berlaku lalim dan kejam, apalagi terhadap orang-orang yang berusaha untuk menasehatinya dalam memimpin pemerintahan. Dan singkat cerita itulah yang memacu seorang Brahmana untuk menunjukan jalan kebenaran bagi raja tersebut. Yang tidak lain bernama, Baidaba.

Kisah Raja Dabsyalim dan Kemunculan Baidaba

Sang filosof memutar otak untuk mencari cara agar raja kembali kepada jalan keadilan. Akhirnya ia mengumpulkan muridnya untuk bermusyawarah menemukan jalan terbaik yang harus ditempuh. Lalu mulailah Baidaba menuturkan kepada muridnya bahwa ia mau menemui Raja yang lalim itu sendiran. Lalu para muridnya tidak menyetujui rencana filosof tersebut.

Mendengar keraguan murid maka filosof itu mulai berkata-kata, :sesungguhnya seseorang yang menjalani hidup bersama seorang durjana adalah bagaikan seorang yang mengarungi lautan, kalaupun ia dapat selamat dari amukan badai maka ia takkan pernah lari dari cekaman rasa takut. Dan jika orang itu membiarkan dirinya terus berada dalam ketakutan maka orang itu derajatnya kebih hina dari keledai dungu yang tak memiliki akal! Karena meskipun sering dianggap sebodoh-bidihnya binatang , keledai pasti masih memilki naluri  untuk membebaskan diri dari sesuatu yang membahayakan”

Ia melanjutkan, bahwa seorang yang berilmu sering kali dapat mencapai sesuatu yang bahkan jika sepasukan angkatan perang dikerahkan untuk mencaapai sesuatu itu mereka tak akan mampu, seperti kisah burung Qunbur dan seekor Gajah

Kisah Burung Qunbur dan Seekor Gajah

Suatu ketika burung Qunbur yang sedang bertelur menaruh telurnya di jalanan yang setiap harinya dilalui gajah yang ingin menuju sumber air. Ketika gajah tersebut lewat telur-telur itupun terinjak dan hancur sebelum sempat menetas. Ketika itu sang induk yang telah kembali dari mencari makanan melihat anak-anaknya yang mati mengenaskan. Sangat kesal perasaan sang induk lantas ia menemui gajah untuk menyalurkan sakit hatinya namun ternyata sang gajah tidak menanggapinya bahkan menyalahkan  sang burung yang menaruh telurnya secara senbarangan.

Lantas burung tersebut meninggalkan sang gajah dan langsung menemui teman-temannya yaitu beberapa ekor burung aqaq dan gagak. Mendengar pernyataan burung Qunbur yang ingin membalas dendam sontak mereka kaget dan bertanya dengan cara bagaimana seekor bintang kecil dan lemah mempu mencelakai binatang besar dan kuat itu.

Ternyata burung pintar ini menyuruh teman-temanya untuk berusaha menyerang mata sang gajah agar ia buta. Singkatnya mereka mematuhi saran tersebut dan dengan secepat kilat menyerang gajah yang sedang asyik berendam dan butalah mata sang gajah.

Lalu burung Qunbur menemui temannya beberapa ekor katak yang tinggal di rawa dekat pemandian gajah. Ia berkata agar katak-katak itu teriak di sekitar pinggir rawa agar sang gajah mengira pinggir rawa itu masih bagian dari pemandiannya. Setelah rencananya dijalankan dan sang gajah mengira itu masih bagian dari sumber air tersebut, gajah itu langsung berjalan menuju suara itu yang tidak lain adalah pinggiran dari jurang. Setalah jalan beberapa langkah akhirnya ia terperosok jatuh ke dalam jurang dengan kondisi tubuh yang remuk-remuk.

Sang gajah yang tak tahu menahu kenapa musibah bertubi-tubi menimpanya seketika itu juga didatangi burung Qunbur yang langsung mengejeknya karena kebodohannyalah gajah itu dapat bernasib naas seperti itu.

Mendengar cerita dari sang guru dan melihat kegigihan tekadnya akhirnya muridnya mengizinkan Baidaba untuk menemui raja Dabsyalim…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s