Mukjizat-Mukjizat Rasulullah (Part 1-tentang makanan, air, pohon, dan kayu)

Shalawat serta salam sebanyak partikel-partikel di alam semesta kepada pimpinan para Nabi dan Rasul termulia, Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah memberikan kami pertolongan di hari akhir nanti dengan diizinkannya kami menerima syafaat darimu. Aminn

Dalam tulisan ini akan sedikit saya paparkan sebagian kecil mukjizat Nabi Muhammad, yang menurut para ahli hadits ataupun ahli riwayat jumlah mukjizatnya mencapai seribu lebih. Mukjizat yang sedikit ini juga bukan termasuk anugrah mukjizatnya yang terbesar yaitu Al-Quran, tetapi mukjizat yang lebih bersifat internal pada diri Nabi karena tempat yang kecil ini tidaklah cukup untuk membahas itu semua.

Saya juga hanya akan membatasi diri untuk menampilkan riwayat-rawayat yang shahih dan tawattur (disampaikan oleh banyak orang)-baik dari segi lafadz maupun makna- terutama yang tercantum dalam Bukhari-Muslim yang diakui sebagai dua kitab hadits yang paling shahih dan terpercaya. Jika ada dari pembaca yang seperti baru mendengar hadits ini maka percayalah masih banyak lagi hadits yang intinya serupa dan disahkan oleh ratusan bahkan ribuan ahli hadits dengan hadits-hadits yang akan dipaparkan.

Mukjizat Pertama : Mengenyangkan Orang Banyak dengan Makanan yang Sedikit

Jabir al-Anshari meriwayatkan, “Dalam perang Ahzab pada hari Khandaq yang terkenal, setelah sekitar seribu orang makan roti yang dibuat dari empat genggam gandum dan seekor kambing muda, makanan tersebut seolah-olah belum dimakan sama sekali. Makanan tersebut dimasak dirumahku, dan setelah seribu orang semuanya makan dan kemudian pergi, pancinya masih mendidih dengan daging di dalamnya dan roti masih sedang dibuat dari adonan; karena Rasulullah telah memasukkan air dari mulutnya sendiri ke dalam adonan dan ke dalam panci, dan berdo’a mohon diperbanyak.” (Muslim no. 3029; Bukhari, 5:138)

Seribu orang menjadi saksi atas kemukjizatan di atas. Inipun hanya satu dari sekian banyak kejadian serupa, bagaimana Nabi dengan do’anya membuat makanan menjadi berlimpah dengan logika makanan tersebut hanya cukup untuk satu dua-orang. Subhanallah.

Mukjizat Kedua : Air Memancar dari Celah jari-jarinya dan Banyak Orang Meminum Air Tersebut

Dalam kitab shaih Bukhari dan Muslim. Jabir bin Abdullah meriwayatkan, “Kami (seribu lima ratus orang) kehausan dalam perang Hudaibiyah. Rasulullah SAW. Melakukan wudhu dari sekantung kulit tempat air yang disebut Qirba dan mencelupkan tangan beliau ke dalamnya. Saya melihat air itu mengalir dari jari-jarinya seperti pancuran. Semua dari seribu lima ratus orang tersebut minum dari kantung air itu serta mengisi kantung air mereka dari sana. Salim bin Abi al-Ja’d kemudian bertanya kepada Jabir berapa banyak orang di sana, dan Jabir menjawab: ‘Air itu akan cukup mesipun ada seratus ribu orang, tetapi jumlah kami hanya seribu lima ratus orang’”. (Bukhari, 4:234. Muslim no. 1856)

Lihatlah hadits di atas, itu sama saja dengan diriwiyatkan oleh seribu lima ratus orang. Jumlah sebegitu banyak mustahil untuk sepakat berbohong, apalagi mereka adalah orang-orang pilihan, para Sahabat Nabi yang mempunyai keshalehan dan kejujuran yang tinggi. Dan percayalah masih puluhan hadits lagi yang berbicara tentang mukjizat di atas di mana setiap kondisi yang begitu sulit untuk mendapatkan air maka Nabi akan memenuhi kebutuhan itu dengan mukjizatnya.

Mukjizat tipe ini lebih tinggi tingkatannya dengan mukjizat Nabi Musa di mana, dua belas batu memancarkan mata air. Jika air mengalir dari bebatuan mungkin bisa dianggap fenomena biasa tetapi bagaimana jika ia memancarkan dari jari jemari yang terdiri dari tulang dan daging?  Maha Suci Allah yang telah memuliakan utusan-Nya dengan bukti-bukti yang mengagumkan.

Mukjizat Ketiga : Pepohonan Mendekati dan Menuruti Perintah Rasulullah

Diceritakan dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdullah yang berkata: “Kami bersama Rasulullah pada sebuah perjalanan. Rasulullah mencari tempat unutk beristirahat. Saat beliau melihat tidak ada tempat yang teduh, beliau mendatangi dua pohon dan menarik salah satu cabangnya dan mendekatkannya ke pohon satunya. Pohon itu seperti unta yang sedang ditarik oleh tuannya. Beliau berkata kepada kedua pohon itu: Menyatulah di atasku dengan izin Allah. Kedua pohon itu menyatu dan membentuk sebuah tabir. Setelah beristirahat di bawah keteduhan itu, beliau memerintahan kedua pohon itu untuk kembali ke tempatnya semula. (Muslim no. 3006-3012)

Bacalah kembali hadits di atas dan renungkan! Dan masih banyak lagi hal serupa di mana pohon-pohon mengakui Nabi Muhammad, menegaskan kerasulan beliau, menghormati dan menuruti perintah beliau. bukankah pantas bagi orang-orang yang tidak mengakui dan beriman kepada kepada beliau disebut makhluk tanpa hati dan tanpa otak?. Meskipun mereka menyebut diri mereka manusia tetapi sebenarnya derajatnya lebih hina dari sebuah pohon.

 Mukjizat Keempat : Kesedihan Tongkat dalam Masjid Nabawi

Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW biasa bersndar pada tongkat yang dinamakan ‘pohon kurma’ pada saat menyampaikan khutbah di masjidnya. Kemudian dibangunlah mimbar dan saat Nabi berkhutbah dari atas mimbar itu, tongkat tersebut merintih seperti unta hamil karena dipisahkan dari Nabi.

Menurut Anas, tongkat itu merintih seperti kerbau dan menyebabkan masjid bergetar. Sahl bin Sa’d berkata: ‘Saat tongkat itu menangis, banyak orang ikut meneteskan air mata’.

Riwayat di atas termasuk hadits yang mutawattir, kebenarannya dipastikan karena begitu banyak yang menyaksikan peristiwa tersebut (lihat Bukhari 4:237. Muslim no. 2374).

Lihatlah, sepotong kayu menunjukkan cintanya dan kegembiraannya jika berada di dekat utusan Allah yang paling mulia dan paling dikasihi-Nya itu. Maka dari itu, manusia yang mengaku berakal dan beriman tidak sepantasnya bersikap acuh dan enggan mengikuti syariatnya dan mengamalkan ajarannya. Apakah dengan ini belum tergerakkan hati kita untuk lebih menghidupkan sunnah beliau, untuk lebih berbakti kepada beliau?. Apakah cinta kita kalah dengan sebuah batang kayu di mana kita adalah makhluk berkesadaran yang jelas lebih patut untuk taat dan mencintai Nabi?

Saya rasa dicukupkan dulu bagian pertama ini sampai dengan empat tipe mukjizat Rasulullah. Selain itu, masih beragam lagi mukjizatnya yang agung , insyaAllah akan saya paparkan di lain waktu. semoga yang sedikit ini bermanfaat dan dapat menumbuhkan kecintaan kita kepada beliau. Amiin

Semua hadits saya kutip dari buku “Risalah an-Nur, The Letters 1,2” karya Badiuzzaman Said Nursi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s