Mukjizat Rasulullah (Part 2-tentang gunung, perang, penyembuhan luka, dan doa yang dikabulkan)

Setelah waktu yang lalu kita telah membahas dan menampilkan empat tipe mukjizat Rasulullah, selanjutnya saya akan meneruskan corak mukjizat kenabian Muhammad yang lainnya. Sebelumnya, saya ingin mengatakan bahwa gejala datangnya seorang Nabi ataupun Rasul merupakan fenomena tak terbantahkan dalam sejarah umat manusia. Sebelum kehadiran Nabi Muhammad, sudah beribu-ribu Nabi dan beratus-ratus Rasul telah hadir di pentas dunia dengan membawa misi yang sama yaitu, Tauhid kepada Allah. Dan jelaslah bawa Nabi terakhir yang kita bicarakan ini merupakan utusan-Nya yang terbesar dan terpenting dalam pengembanan misi tersebut.

Harus dilihat juga bahwa para Nabi-nabi sebelum Muhammad SAW, ajarannya terbatas dengan tempat dan waktu atau sampai datangnya syariat yang lebih baru. Mukjizat-mukjizat mereka terbatas masanya dan disesuaikan oleh keahlian masyarakat yang ditemuinya. Tongkat Nabi Musa yang bisa berubah menjadi ular, itu dikarenakan pada saat itu praktik sihir sangat digandrungi masyarakat Fir’aun sehingga mukjizat yang diberikan pasti yang identik dengan sihir. juga pada Nabi Isa, mukjizatnya banyak berkaitan dengan ilmu kedokteran-seperti menyembuhkan yang buta, kusta dll- karena ketika itu para tabib berbangga-bangga dengan ilmunya  dan kondisi masyarakat ketika itu sangat membutuhkan keahlian medis yang mumpuni dan mujarab. Jika mukjizat sudah hadir di depan mata orang –orang yang paham dan berhati suci maka mereka akan membenarkan kenabian yang mereka bawa dan akhirnya pengaruh mukjizat akan membuat mereka beriman kepada Allah.

Maka, karena kerasulan Nabi Muhammad bersifat universal dan ajarannya tak lekang oleh zaman, beliau ditandai mukjizat yang berkaitan dengan hampir semua jenis makhluk. Kebenaran ajarannya yang bersifat menyeluruh menuntut semua elemen yang berada di alam semesta mengakui dan mendukung kenabiannya. Cahaya Ilahi yang dibawanya kepada seluruh alam membuat beliau diterima sebagai Nabi oleh semua makhluk. Dari elemen mineral, tanaman, binatang, manusia sampai malaikat, kesemuanya merupakan penopang misi kerasulannya dan dengan bahasanya sendiri-sendiri mununjukkan salah satu mukjizatnya.

Dari penjelasan di atas, maka tidaklah mengherankan jika empat aspek mukjizat yang telah lalu berkaitan dengan bertambahnya makanan, memancarnya air, taatnya pohon, dan menangisnya kayu. Selanjutnya akan saya paparkan-dalam skala kecil- aspek-aspek mukjizat Rasulullah yang lainnya:

Mukjizat Kelima : Mukjizat yang Berkaitan dengan Benda mati, Batu dan Gunung

Berkata Ibn Mas’ud, “Kami dapat mendengar makanan mengaggungkan Allah pada saat kami makan dengan Rasulullah SAW” (Bukhari, no. 4235)

Dari Jabir bin Samura, Rasulullah SAW berkata, “Saya tahu sebuah batu yang biasa memberi salam kepada saya” (Muslim, No. 2277). Menurut beberapa sahabat, Hajar Aswad di Ka’bah adalah yang dimaksud dengan kata-kata Nabi.

Diriwayatkan dari Anas, Abu Huraira, ‘Utsman, dan Sa’id bin Zaid : Rasulullah SAW. Bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman, mendaki Gunung Uhud. Gunung itu entah karena hormatnya kepada mereka atau kerena kegembiraannya, bergetar. Rasulullah bersabda: Diamlah Uhud, karena di atas mu ada seorang Nabi, seorang yang jujur, dan dua orang suhada. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud no. 4651)

Ada sekitar delapan puluh mukjizat yang sejenis dengan contoh di atas, di mana riwayat yang satu dengan riwayat yang lain saling menguatkan fenomena di atas. Lihatlah karena di dekat Nabinya mereka benda-benda mati begitu bahagia, di dekatnya mereka mengagungkan asma Allah. Jika ada umat Muslim yang tidak senang berada di sisi Nabi dan malas menggerakkan lisannya untuk berdzikir kepada Allah maka pastilah hati mereka lebih keras dari batu dan lebih mati dari benda mati!.

Mukjizat Keenam : Mukjizat Nabi yang Terkait ketika Beliau Perang

Di sepanjang pertempuran Khaibar, seorang wanita Yahudi memanggang seekor kambing dan meracuninya dengan racun yang sangat kuat, dan kemudian mengirimnya ke Rasulullah SAW. Sahabat akan mulai memakan daging itu, lalu Rasulullah tiba-tiba berkata, “Tarik tangan mu! Daging itu berkata bahwa ia diberi racun. Semua orang berhenti makan kecuali Bishr al-Barra, yang telah mengambil sepotong daging tersebut. Ia akhirnya meninggal akibat efek racun itu.

Lalu Nabi memanggil wanita tersebut, namanya Zainab. Saat ditanya mengapa dia telah melakukan itu, dia berkata, “Menurutku, jika Tuan adalah seorang Nabi, maka racun itu tidak akan membahayakan Tuan, dan jika ternyata Tuan adalah raja, maka racun itu akan menyelamatkan rakyat Tuan dari Tuan” (Bukhari, 2:121). Untuk nasib perempuan tersebut terdapat perbedaan dari beberapa ahli sejarah dan ahli hadits.

Cerita ini, dikutip dari sirah Ibn Hisyam yang merupakan kitab sirah Nabi pertama dan terpercaya. : pada perang Badar, pedang Ukasha bin Mihsan rusak saat sedang memerangi kaum musyrik. Rasulullah memberi dia sebuah tongkat sebagai pengganti  yang patah dan berkata padanya untuk berperang memakai tongkat itu. tiba-tiba, dengan kuasa Allah, tongkat itu berubah menjadi pedang putih panjang. Ia berkelahi dengan pedang itu dan tetap memakainya sampai dia mati syahid dalam perang Yamamah. (ibn Hisyam, 1.637). peristiwa ini tidak terbantah sebab Ukasha menjadi sangat bangga dengan pedangnya yang sepanjang hidupnya dikenal sebagai ‘sang pembantu’.

Dari dua contoh di atas terlihat bagaimana kebesaran Nabi Muhammad, dan masih banyak lagi kisah-kisah luar biasa yang terkait ketika beliau berperang. Contoh pertama merupakan bukti bahwa tipu daya ataupun niat jahat seseorang untuk membunuh Nabi tidak akan berhasil. Usaha yang menjurus untuk menyakiti Nabi akan sia-sia karena pasti niat busuk itu akan terkuak di hadapannya. Contoh kedua membuktikan bahwa kedahsyatan mukjizat Nabi juga bersifat permanen. Jika mukjizat tongkat Nabi Musa hilang ketika beliau wafat, sedang pedang dalam kisah tadi tetap menjadi pedang walaupun Nabi telah wafat karena perang Yamamah terjadi sekitar 2 tahun setelah meninggalnya Nabi.

Mukjizat Ketujuh : Penyembuhan Penyakit dan Luka-luka dengan Keberkahannya

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Saat Ali ditetapkan sebagai pembawa panji-panji di dalam pertempuran Khaibar, ia sedang menderita penyakit mata yang amat parah. Rasulullah menyembuhkan mata Ali dengan ludahnya, dan saat itu langsung sembuh seketika dan matanya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Pagi berikutnya, Ali bergabung dengan pasukan pergi ke medan perang dan sambil mengangkat pintu gerbang bentang yang terbuat dari besi sebagai perisainya, dan pasukan muslim pun memenangkan pertempuran. (Bukhari, 4:58)

Juga pada pertempuran yang sama, kaki Salamah bin Akwa tertebas pedang dan Rasulullah menyembuhkannya dengan meniupkan nafas pada kaki itu. (Bukhari, 5:170)

Hadits yang terkait dengan dengan ini masih berpuluh-puluh lagi jumlahnya. Subhanallah, Allah membuat bagian dari tubuh Nabi menjadi sarana pengobatan dan sumber kesembuhan. Bahkan, dengan berkahnya bagian tubuh yang diobati akan menjadi lebih bagus dan indah dari semula.

Mukjizat Kedelapan : Kemakbulan Doa dan Kutukan Rasulullah

Ketika Rasulullah mengetahui bahwa penguasa Persia, Parwiz, merobek-robek surat yang dikirimkan olehnya, ia berdoa: Ya Allah, robek-robeklah dia dan kekuasaannya seperti ia merobek-robek suratku!. Sebagai akibat doa ini, anak Parwiz yang bernama Shirwiya membunuh Parwiz dengan suatu golok, dan pada masa Umar, Sa’ad bin Abi Waqash berhasil meluluhlantahkan kerajaan Persia sehingga kerajaan tersebut benar-benar jatuh. (Bukhari, 6:10).

Doa dan kutukan yang dikabulkan begitu cepat termasuk dalam kemukjizatannya. Contoh di atas menjadi buktinya dan Kaisar Byzantium dan penguasa negri lain tidak binasa karena menghormati surat dari Nabi. Harus diketahui, masih puluhan bahkan ratusan kejadian yang seperti ini.

Dari sekitar empat puluh macam aspek kemukjizatan yang dimiliki Rasulullah, saya hanya menyebutkan delapan aspek sepeti contoh-contoh di atas. Jika pembaca ingin mengetahui secara keseluruhan maka rujuklah kitab-kitab sejarah Kenabian yang banyak sekali ada disekeliling kita. Semoga ini semua menjadikan kita lebih mencintai, mengagumi, dan meneladani kehidupan beliau, Juga mendorong kita selalu mengikuti Sunnahnya.

Inilah puja-puji yang ditujukan kepada penghulu para Nabi, imam para Rasul, dan pemimpin orang-orang yang bertakwa. Puja-puji yang pantas diabadikan dengan tulisan emas dan ukiran berlian karya Badiuzzaman Said Nursi.

“fakta bahwa batu kecil memuliakan dan memuji Allah di genggaman Nabi, bahwa sedikit tanah dan batu kecil menjadi bola meriam di tangan Nabi dan menyebabkan musuh lari tunggang langgang dengan berkah yang misterius telah disebutkan dalam ayat, “Dan bukan kamu yang melempar ketika melempar, tetapi Allah-lah yang melempar” :

Bahwa Nabi membelah bulan menjadi dua dengan suatu isyarat jari telunjuknya seperti yang diuraikan dalam ayat, “telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan”.

Air muncrat seperti air mancur dari sepuluh jari tangan dan memuaskan rasa haus pasukan. Tangan yang sama juga menjadi penyembuh orang sakit dan terluka. Semua ini menunjukkan bahwa tangan beliau yang penuh rahmat merupakan mukjizat yang luar biasa.

Untuk para sahabat, telapak tangan seolah-olah sebuah masjid yang suci, sehingga kalau batu masuk ke dalam telapak tangan itu, batu pun memuji dan memuliakan Allah. Bagi musuh, telapak tangan itu bagaikan gudang senjata mini milik Allah. Tanah dan batu berubah menjadi bom di dalamnya. Bagi orang yang sakit dan terluka, telapak tangan itu toko obat kecil milik Allah Yang Maha Kasih; telapak tangan itu menjadi obat bagi setiap luka yang disentuh. Bila telapak tangan itu diangkat karena gusar, telapak tangan itupun membelah bulan dan bila memberi isyarat dengan rahmat, telapak itu menjadi air mancur kasih sayang, sumber air yang berlimpah-limpah.

Karena tangan orang ini sendiri membuat mukjizat-mukjizat seperti itu, apakah kurang jelas betapa pemiliknya dimuliakan di mata Sang Pencipta alam semesta, betapa ikhlas niatnya, dan betapa beruntungnya mereka yang telah bersumpah setia kepada orang yang mempunyai tangan seperti itu?”

Semoga bermanfaat kawan J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s