Jangan Biarkan kemalasan Mengubur Anda Dalam-dalam

Malas, inilah obat mujarab mereka yang ingin gagal, teman sepergaulan syaithan, dan racun mematikan bagi hidup yang produktif. Kehidupannya tidak lebih dari sekitar kasur, pergerakannya lamban, nalurinya redup , dan kepekaannya telah mati. Mereka yang terjangkit penyakit akivitasnya serutar pengangguran, hobinya adalah berleha-leha, kesenangannya adalah menyusahkan orang, kegemarannya adalah menghinakan waktu hidupnya sehingga terhinakan pula ketika mati apalagi ketika dibangkitkan.

Terkadang seseorang memang butuh waktu bersantai namun itu hanyalah sarana pelepas kelelahan dan obat bagi kejemuan, namun bagi pemalas itu adalah jalan hidupnya. Beda pemalas dengan yang rajin sangat signifikan, lihatlah pemalas jika telah terbaring di ranjang maka hidupnya tidaklah lebih dari separuh umurnya karena setengah lagi dipakainya untuk mendengkur. Jika mereka sedang menonton maka dirinya seakan terpaku di bumi dan matanya kuat berjam-jam demi tontonannya itu beda dengan ketika ia membaca, baru semenit saja rasa kantuk langsung menyeruak ke dalam tubuh seakan putri tidur bergelantungan di alis matanya.Jika ia shalat maka shalatnya hanya gerakan tubuh serba cepat dan lantunan bacaan yang serba kilat, tanpa makna, tanpa manfaat, dan tanpa esensi. Itulah mereka  yang beribadahnya hanyalah sekedar penggugur kewajiban, dijalaninya dengan hati yang berat dan penuh keterpaksaan.

Banyak orang yang dilahirkan sebagai jenius namun mereka terpuruk akibat malas. Banyak mereka yang terlahir sebagai bangsawan dan jutawan namun akhirnya miskin dan hina akibat malas. Banyak pula mereka yang terlahir dengan beragam bakat dan talenta, namun potensi itu punah begitu saja karena kemalasannya sehingga ia menjadi manusia yang gagal dalam hidupnya.

Betapa banyak mereka yang terkubur impiannya karena malas, betapa banyak mereka yang diterali besi diawali dengan kemalasan bersusah payah mencari nafkah,betapa banyak siswa yang gagal karena malas dalam menunut ilmu, dan betapa banyak pegawai yang dipecat karena malas dalam pekerjaannya. Percayalah teman jangan biarkan rasa malas bersarang padadiri kita karena ia bagaikan virus yang diam-diam menggerogoti semangat hidup dan jangan biarkan ia menjalar karena ia seperti tumor yang sulit diobati dan kanker yang mengerikan.

Wahai orang yang mengerti kata-kata dan pandai dalam memaknai hidup, sungguh kemalasan hanya membuat diri kita menjadi sampah dalam keluarga sebelum menjadi bangkai dalam masyarakat. Dengan malas otak menjadi beku, pikiran tertutup dari pencerahan, dan kalbu seakan layu. Malas diciptakan agar menjadi indikator orang yang bersyukur atau tidak, karena dengan malas berarti kita menzalimi anggota tubuh, memperkosa waktu,dan merusak jati diri itulah tanda-tanda orang yang jauh dari rasa syukur akan anugerah hidup yang diberikan Allah.

Jika kita membaca atau menelaah hidup orang-orang besa rdan terkenal maka tidak akan kita temukan kata ‘malas’ dalam kamus hidupnya. Lihatlah Imam Bukhari-imam di bidang hadits- rela menempuh jarak ratusan mil hanya sekedar mencari satu hadits dan sekarang karyanya yatu Shahih Bukhari menjadi kitab paling shahih setelah Al-Quran, lihtlah ibnu Jarir at-Thabari-gurunya para Mufassir- yang karangannya mencapai puluhan jilid yang jika dihitung dengan masa hidupnya maka dalam sehari ia menulis tak kurang dari 40 halaman sekarang karangannya tersebar ke seluruh dunia, memenuhi rak-rak perpustakaan dan daftar pustaka beragam buku sebagai referensi.

Orang-orang yang gigih sekarang mereka sudah atau masih berproses mengukir prestasinya yang gemilang namun mereka yang malas hidup dalam keseharian yang gelap dan masa depan yang suram. Tidak ada kebaikan dalam kemalasan karena itu hanyalah cara mempercepat kematian atau mungkin kematian lebih baik dari mereka yang malas karena si malas bagaikan mayat yang berjalan, yang bernafas namun tak hidup, yang hidup tetapi tak bergerak, dan bergerak namun tak berarti.

Yang sedikit ini terutama untuk saya pribadi dan pembaca yang saya cintai, jauhilah malas, musuhilah ia, usir keberadaanya dengan selalu gigih dalam menjalani hidup dan selalu memohon perlindungan dari Yang Maha Kuasa dari sifat buruk yang satu ini. Semoga hidup kita selalu tercurah demi dan untuk kebermanfaatan yang di mana itu tak akan dapat kita tempuh dan jangkau dengan makhluk yang bernama MALAS. Semoga ridha Allah selalu mengalir dalam setiap hembusan nafas kita dan rahmat-Nya selalu tercurah dalam setiap ayunan langkah kita. amiin 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s